Home Berita Metropolis Tarawih Pertama, Masjid-Masjid di Sampit Dipadati Jemaah

Tarawih Pertama, Masjid-Masjid di Sampit Dipadati Jemaah

  Sugianto   | Selasa , 12 Maret 2024
f78dbcce0fb5932611caf37d44080fbd.jpg
Salat tarawih berjemaah pertama di Musala Majelis Taklim Zainul Amin Sampit.

KLIK.SAMPIT- Umat muslim di Kabupaten Kotawaringin Timur mulai melaksanakan ibadah salat tarawih, Senin (11/3) malam dan mulai melaksanakan puasa Ramadan, Selasa (12/3). Malam pertama tarawih hampir semua masjid-masjid dipadati jemaah. 

"Kita malam ini melaksanakan salat isya dan tarawih berjamaah, semoga kita mendapat berkah semua di bulan suci Ramadan," ucap Zainuddin Imberan, salah seorang tokoh agama di Sampit. 

Adapun menurut dia Ramadan adalah bulan yang mulia. Setiap ibadah, baik yang wajib maupun yang sunah memiliki pahala yang besar. Termasuk salat tarawih di malam Ramadan yang punya banyak keutamaan di tiap malamnya.

"Salat tarawih hanya bisa dikerjakan saat Ramadan, inilah yang membuat amalan sunah ini istimewa," ujarnya.

Adapun dikutip dari Muttafaq ʻalaihi, Rasulullah SAW pernah bersabda, tentang anjuran salat tarawih di malam Ramadan.

"Barang siapa mendirikan (salat malam) Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah) niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Adapun Merangkum buku Panen Pahala dengan Puasa oleh Akhmad Iqbal dijelaskan arti tarawih yang dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat".

Waktu pelaksanaan salat tarawih adalah selepas waktu Isya', biasanya dilakukan secara berjemaah di masjid. Meskipun demikian, salat tarawih boleh dikerjakan sendiri.

Berdasarkan riwayat, Rasulullah SAW hanya pernah melakukan tarawih secara berjemaah dalam 3 kali kesempatan. Disebutkan bahwa Rasulullah SAW kemudian tidak melanjutkan pada malam-malam berikutnya karena takut hal itu akan dianggap sebagai kewajiban kepada umat muslim.

Terdapat perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat salat tarawih. Pada masa Rasulullah SAW jumlah rakaatnya adalah 8 rakaat tarawih dengan dilanjutkan 3 rakaat salat witir. Sementara pada zaman khalifah Umar bin Khattab, salat tarawih dikerjakan dalam 20 rakaat dilanjutkan dengan 3 rakaat salat witir.

Hadits Keistimewaan Salat Tarawih Terdapat dalil hadits yang menjelaskan keutamaan salat tarawih. Keutamaan salat tarawih bahkan berbeda di tiap malamnya.

Dari Ali bin Abi Thalib RA bahwa dia berkata, Rasulullah SAW ditanya tentang keutamaan-keutamaan tarawih di bulan Ramadan. Kemudian beliau bersabda,

"Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya. Dan pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin." 

Dan pada malam ketiga, seorang malaikat berseru di bawah 'Arsy: "Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat".

Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al Furqan (Al-Qur'an).

Pada malam kelima, Allah Ta'ala memberikan pahala seperti pahala orang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Pada malam keenam, Allah Ta'ala memberikan pahala orang yang bertawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa AS dan kemenangannya atas Fir'aun dan Haman.

Pada malam kedelapan, Allah Ta'ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim

Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadah kepada Allah Ta'ala sebagaimana ibadahnya Nabi Muhammad SAW.

Pada malam kesepuluh, Allah Ta'ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Pada malam keduabelas, ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ketigabelas, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Pada malam keempat belas, para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan salat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) 'Arsy dan Kursi.

Pada malam keenam belas, Allah SWT menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, "Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah ridha kepadamu dan kepada ibu bapakmu."

Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkatderajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

Pada malam kedua puluh, Allah memberi pahala para syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh dua puluh empat doa yang dikabulkan.

Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta'ala menghapuskan darinya azab kubur.

 

Pada malam keduapuluh enam, Allah mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

 

Pada malam keduapuluh tujuh, ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

 

Pada malam keduapuluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat dalam surga. Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya pahala seribu haji yang diterima.

 

Dan pada malam ketiga puluh, Allah berfirman:"Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku" (HR Majalis). (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami