KLIK.SAMPIT- Banyak orang beranggapan bahwa puasa bisa memicu maag. Hal ini dikarenakan maag sering terjadi ketika kita melewatkan waktu makan terlebih saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Perut penderita maag yang kosong dapat memicu peradangan lambung dan menyebabkan nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, atau sakit perut.
Puasa yang membuat orang tidak makan minimal 13 jam sehari menimbulkan ketakutan akan kambuhnya maag. Faktanya, selama puasa, pelepasan ghrelin atau hormon rasa lapar memang meningkat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan terbalik antara kadar ghrelin dalam darah dan mulas.
Ahli gizi RSUD dr Murjani Sampit, Bella Agustinia membagikan tips untuk penderita maag tetap bisa berpuasa dengan aman dengan memperhatikan beberapa tipsnya.
"Usahakan untuk tetap sahur dgn menu seimbang dan sehat dgn nasi, lauk pauk hewani, nabati tahu atau tempe, sayur dan buah," ucapnya, Selasa (19/3).
Selain itu dia juga menyarankan bagi penderita maag agar bisa mengonsumsi makanan tinggi serat contoh nya sayur, buah, oatmeal atau sereal, kacang almond dan ubi jalar.
"Saat berbuka puasa dan sahur saya menyarankan bagi penderita maag agar bisa mengkonsumsi makanan tinggi serat dan mengunyah makanan secara perlahan agar halus," ujarnya.
Lanjutnya, selama menjalankan ibadah puasa hendaknya menggunakan pakaian yang nyaman dan longgar agar heartburn atau sensasi panas nyeri pada ulu hati selama berpuasa dapat dicegah serta menghindari tidur atau langsung rebahan setelah makanmakan harus di kasih jeda.
"Tidur yang cukup 7-8 jam setiap malam karena kurang tidur dapat memicu stress dan asam lambung naik," imbuhnya.
Dia menambahkan untuk penderita maag usahakan untuk menghindari makanan yang memicu asam lambung naik seperti makanan yg pedas, berlemak, minuman atau makanan yg berkafein, dan sayuran dan buah yang mengandung gas seperti kol, nangka, cempedak.
"Selain itu bisa melakukan olahraga ringan sekitar 30 menit sampai 1 jam seperti jalan kaki, sepeda statis jika ada, jogging dan senam," pungkas Bella. (KLIK-RED)