Home Berita Metropolis Genjot Pendapatan Daerah, Pemkab Kotim Bakal Kelola Minyak Kotor PBS

Genjot Pendapatan Daerah, Pemkab Kotim Bakal Kelola Minyak Kotor PBS

  Sugianto   | Sabtu , 11 Mei 2024
a94395b4e5248a05a0d04ccd2ae7a986.jpg
Kepala DLH Kotim Machmoer.

KLIK.SAMPIT- Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat bakal menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari semua sektor. Salah satunya pengelolaan minyak kotor (Miko) dari perusahaan besar sawit (PBS) di daerah itu.

"Kami akan kelola minyak kotor ini untuk meningkatkan pendapatan daerah," ucap Kepala DLH Kotim Machmoer, Sabtu (11/5). 

Menurutnya, pengelolaan Miko akan menjadi pemasukan yang baik bagi daerah. Pasalnya, Miko tersebut saat ini dibandrol dengan harga Rp9 ribu per kilogram.

"Saya kira jika kita bisa mengelola minyak kotor tersebut, untuk 1 ton bisa menghasilkan pendapatan senilai Rp9 juta," ujarnya.

Selain itu lanjutnya, pengelolaan Miko ini merupakan peluang besar bagi peningkatan PAD Kotim. Sebab, di deaerah itu berdasarkan data pihaknya terdapat 38 Perusahaan Besar Sawit (PBS) yang sedang beroperasi. 

Menurutnya, jika ada 10 kolam dalam 1 PBS, kemudian bisa dikelola oleh pihaknya maka menjadi pendapatan daerah yang menguntungkan.

"Kalau kita bisa maksimalkan pengelolaan PBS ini tentu kita bisa mengangkut ber ton-ton Miko, maka akan menghasilkan pendapatan daerah yang sangat besar," imbuhnya.

Machmoer berharap langkah ini bisa terwujud untuk meningkatkan PAD Kotim dan perusahaan daerah harus memiliki transportir dan angkutan untuk Miko ini dan terpenting minyak kotor tersebut tidak terkontaminasi oleh limbah B3 medis.

"Mudah-mudahan ini bisa terealisasi. Kita yang mengelolanya melalui kewenangan daerah melalui rekomendasi dari pemerintah daerah. Sehingga menjadi peluang mengoptimalkan PAD bagi Kotawaringin Timur," tandas Machmoer. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami