Home Pemerintah Kotawaringin Timur Bupati Kotim Adakan Pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia di Jakarta

Bupati Kotim Adakan Pertemuan dengan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia di Jakarta

  Sugianto   | Rabu , 12 Juni 2024
f21bb6b14334f1b98f922fa31394e1a8.jpg
Bupati Kotim Halikin beserta jajaran saat pertemuan bersama GPPI PBS digelar Hotel Akmani di Jakarta, Selasa (11/6).

KLIK.SAMPIT- Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengadakan pertemuan bersama Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) perusahaan besar sawit (PBS) digelar di Jakarta, Selasa (11/6).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis penyelesaian permasalahan yang kerap terjadi di Perusahaan Besar Sawit (PBS) yang berinvestasi di wilayah Kotim.

"Kami membahas tentang bagaimana langkah penyelesaian permasalahan yang kerap kali terjadi di perkebunan," ucap Bupati Kotim Halikinnor, Selasa (11/6).

Adapun dalam pertemuan pembahasan isu strategis PBS ini Halikin didampingi oleh Sekretaris Daerah Kotim Fajrurrahman, Asisten I Rihel, Asisten III Alang Arianto, Kepala Dinas Pertanian Sepnita dan pengurus GPPI Provinsi Kalimantan Tengah.

Halikinnor mengatakan tak jarang permasalahan yang muncul antara pihak perusahaan dengan

masyarakat antara lain seperti aksi penjarahan, pemortalan jalan, sengketa lahan dan masalah lainnya yang menyebabkan gesekan antara kedua belah pihak.

"Kami ingin agar penyelesaian di tingkat desa dan kecamatan lebih dikomprehensifkan dengan melibatkan perangkat daerah teknis," ungkapnya.

Selain itu, penyelesaian tersebut tidak hanya mengedepankan aspek legal formal semata. Namun juga harus mencermati historis kepemilikan lahan dan usaha ekonomi masyarakat desa sekitar PBS.

Dirinya melanjutkan, guna mengurangi aksi demo dan pencurian kelapa sawit di PBS, pemerintah desa dan kecamatan harus menjajaki program usaha masyarakat di sekitar PBS sebagai mata pencaharian yang potensial dan digerakkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perkebunan.

"Perusahaan juga harus aktif dalam menerapkan CSR, karena lewat CSR ini usaha masyarakat desa bisa digerakkan. Karena kalau usaha dan kesejahteraan masyarakat sekita PBS meningkat maka aksi pencurian buah perusahaan dapat diminimalisasi," tandas Halikin. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami