KLIK.SAMPIT – Seekor kera hidung panjang atau biasa disebut bekantan membuat puluhan warga panik. Bekantan tersebut mengamuk dan berkeliaran di Pondok Pesantren Darul Amin Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Evakuasi bekantan itu pun berlangsung dramatis, dengan aksi kejar-kejaran yang sempat terjadi.
Dalam rekaman video amatir, terlihat kepanikan puluhan warga saat mereka berusaha mengejar dan menangkap bekantan yang mengamuk di tengah permukiman tersebut.
Setelah melalui aksi kejar-kejaran, warga setempat akhirnya berhasil menangkap dan mengevakuasi kera bekantan tersebut pada Selasa (20/8).
Setelah berhasil menangkap bekantan tersebut, warga melaporkannya kepada petugas Disdamkarmat Kotim untuk mengevakuasi hewan tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kotim, Wim Reinhard Kaluwa Benung, menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Pihaknya menerima informasi melalui WhatsApp Group Humas Damkar 113, yang kemudian diteruskan kepada Petugas Piket Jaga Mako.
"Ada bekantan (Nasalis narvatus) yang masuk ke Pondok Pesantren Darul Amin dan mengamuk. Pelapor meminta petugas untuk mengambil bekantan yang telah ditangkap/diamankan oleh pengurus Pondok Pesantren Darul Amin," jelas Wim.
Setelah menerima informasi dan melakukan validasi, petugas segera bersiap menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi bekantan tersebut yang telah ditangkap oleh pengurus Pondok Pesantren Darul Amin.
"Setelah menerima bekantan dari pihak pengurus Pondok Pesantren, petugas pun kembali ke Mako. Setiba di Mako, bekantan tersebut diserahkan kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam Resort Sampit," tutup Wim. (KLIK-RED)