KLIK.SAMPIT – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort Sampit, bersama Orangutan Foundation International (OFI) dan Manggala Agni, berhasil mengevakuasi dua individu orangutan yang terjebak di sebuah perkebunan kelapa sawit warga di Jalan HM Arsyad, Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur. Penyelamatan dramatis ini dilakukan, Rabu sore (23/10) setelah menerima laporan dari pemilik lahan.
"Kami berhasil menyelamatkan dua individu orangutan, yaitu induk betina berusia 25 tahun dengan berat 43,7 kilogram dan anak jantan berusia 4 tahun dengan berat 12 kilogram," ujar Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, Kamis (24/10).
Meskipun kondisi kedua orangutan ini sehat secara umum, tim dokter menemukan tiga peluru bersarang di tubuh induk orangutan. Hal ini mengindikasikan adanya kekerasan terhadap satwa yang dilindungi tersebut.
"Setelah diperiksa oleh tim dokter, ditemukan tiga peluru di tubuh induk orangutan," lanjut Muriansyah.
Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam, di mana tim BKSDA melakukan observasi sejak pagi hari berdasarkan laporan pemilik kebun, Agus. Pemilik lahan melaporkan kemunculan orangutan di perkebunan kelapa sawitnya yang sudah tidak terurus dan dipenuhi semak belukar. Dengan luas sekitar 3,5 hektare, kebun tersebut menjadi tempat persembunyian bagi induk dan anak orangutan.
"Setelah observasi sejak pukul 09.00 hingga 12.00, kami berhasil mengevakuasi kedua orangutan menggunakan metode bius. Keduanya saat ini masih dalam pengawasan di pos Manggala Agni," tambah Muriansyah.
Kehadiran orangutan di perkebunan warga menjadi cermin nyata dari ancaman yang dihadapi satwa liar di wilayah tersebut. Perambahan hutan dan perluasan perkebunan kelapa sawit kerap memaksa satwa untuk keluar dari habitat alaminya dan mencari makanan di lahan-lahan yang berdekatan dengan permukiman warga.
BKSDA mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan satwa liar, seperti orangutan, yang terjebak di area perkebunan atau permukiman.
"Kerjasama dengan warga sangat penting untuk melindungi satwa liar yang terancam. Kami berharap kesadaran masyarakat terus meningkat untuk menjaga habitat mereka," tutup Muriansyah.
Saat ini, BKSDA bersama OFI akan terus memantau kondisi kedua orangutan tersebut sambil menentukan lokasi pelepasan yang aman bagi mereka agar bisa kembali ke habitat alaminya. (KLIK-RED)