KLIK.SAMPIT – Kejadian misterius terjadi di Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur. Seorang warga setempat, Wati (yang lebih dikenal dengan nama Mama Ila), dilaporkan hilang sejak Selasa (5/11) saat melakukan cek tapal batas lahan. Hingga kini, upaya pencarian yang melibatkan tim gabungan masih terus berlangsung tanpa hasil.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, mengonfirmasi bahwa kehilangan tersebut terjadi saat korban, Wati (yang juga dikenal dengan nama Mama Ila), sedang melakukan cek tapal batas.
"Benar, warga Desa Sungai Ubar Mandiri hilang saat sedang melakukan cek tapal batas," ujar Multazam, Kamis (7/11).
Wati bersama rombongan keluarganya sedang melakukan pengukuran lahan yang baru dibeli dari warga setempat. Saat tiba di lokasi, mereka berpencar untuk melakukan tugas masing-masing. Namun, Wati diduga tersesat di hutan di belakang kampung tempat tinggalnya.
Multazam melaporkan bahwa saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Tim Pos SAR Sampit dan sejumlah pihak lainnya, sedang berupaya mencari keberadaan Wati. "Kami masih terus melakukan pencarian. Kami berharap warga kami ini segera ditemukan dengan selamat," tambah Multazam.
Pencarian oleh tim gabungan ini diharapkan dapat segera membuahkan hasil, mengingat pentingnya keberadaan Wati bagi keluarganya.
Sementara itu berdasarkan rumor warga sekitar hutan sekitar kampung mereka tersebut memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang angker. Hutan yang menjadi lokasi pencarian memang memiliki reputasi angker dan sering menjadi tempat tersesatnya warga yang melintas.
Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari Tim Pos SAR Sampit dan berbagai relawan terus melakukan pencarian dengan harapan dapat segera menemukan Wati dalam keadaan selamat. (KLIK-RED)