Home Berita Metropolis Curah Hujan Tinggi, Harga Sayur di Kotim Melambung

Curah Hujan Tinggi, Harga Sayur di Kotim Melambung

  Sugianto   | Rabu , 04 Desember 2024
cc74fc640a6ac1b52b0cda574227c7f8.jpg
Lapak pedagang sayur di salah satu pasar tradisional di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

KLIK.SAMPIT – Tingginya curah hujan yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir memengaruhi sektor pertanian. Kualitas tanaman menurun, bahkan banyak yang mati sebelum dipanen, sehingga menyebabkan harga sayur-mayur di pasar naik drastis.

Mirna, salah seorang pedagang sayur, mengaku dampak hujan deras dalam waktu lama cukup signifikan. Pasokan hasil panen menurun tajam, memaksa pedagang menaikkan harga untuk menutupi kekurangan stok.

“Curah hujan yang tinggi membuat kami terpaksa menaikkan harga. Stok dari kebun terbatas karena banyak yang gagal panen akibat terendam banjir,” ujarnya, Rabu (4/12).

Menurut Mirna, hampir semua jenis sayur mengalami kenaikan harga. Misalnya, bayam yang biasanya dijual Rp2 ribu per ikat kini melonjak menjadi Rp4 ribu per ikat. Harga jagung naik signifikan dari Rp10 ribu per kilogram menjadi Rp18 ribu per kilogram. Mentimun yang biasanya Rp6 ribu per kilogram kini mencapai Rp12 ribu per kilogram.

“Rata-rata harga naik dua kali lipat. Pasokan sulit didapatkan, sementara permintaan tetap tinggi,” jelasnya.

Pantauan di pasar menunjukkan para pedagang eceran sejak dini hari berlomba mendapatkan pasokan sayur dari para pemasok. Namun, keterbatasan stok membuat sebagian pedagang tidak mendapatkan jenis sayur tertentu seperti bayam dan sayur hijau lainnya.

Cuaca ekstrem ini menjadi perhatian para petani dan pedagang, karena jika kondisi terus berlanjut, dikhawatirkan harga sayur akan semakin tak terkendali. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami