KLIK.SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor, mengalokasikan anggaran sebesar Rp1miliar untuk program beasiswa pendidikan ke luar negeri bagi 10 santri pada tahun 2025. Program ini bertujuan mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan sekaligus mencetak generasi muda yang berkompeten secara agama dan pendidikan.
"Beasiswa ini untuk mendukung pengembangan SDM keagamaan. Saya ingin mengirim santri kita ke luar negeri agar mendapatkan pendidikan yang lebih baik," kata Halikinnor.
Investasi untuk Masa Depan
Menurut Halikinnor, biaya pendidikan santri di luar negeri, seperti di Mesir, Maroko, atau Yaman, diperkirakan mencapai Rp80 juta per orang per tahun. Namun, Pemkab Kotim mengalokasikan Rp100 juta per santri, dengan total anggaran Rp1 miliar per tahun untuk mendukung program ini.
"Ini adalah investasi untuk masa depan daerah. Kami ingin mencetak generasi yang cerdas dan memiliki pemahaman agama yang kuat," ujarnya.
Halikinnor berharap para penerima beasiswa ini dapat kembali ke Kotim setelah menyelesaikan pendidikan mereka untuk berkontribusi sebagai ustaz atau ustazah.
Komitmen Pemkab dalam Pendidikan Keagamaan
Program ini merupakan wujud komitmen Pemkab Kotim dalam memprioritaskan pendidikan keagamaan. Selain beasiswa ke luar negeri, pemerintah juga terus mendukung pengembangan pondok pesantren dan lembaga pendidikan agama di wilayah tersebut.
Untuk memastikan kelancaran program, Halikinnor telah meminta Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) menetapkan peraturan bupati sebagai landasan pelaksanaan beasiswa ini. Peraturan tersebut akan mencakup kriteria seleksi, seperti prestasi akademik, latar belakang ekonomi, dan komitmen calon santri.
"Dengan program ini, kami ingin memastikan pendidikan keagamaan mendapatkan perhatian serius. Harapannya, semakin banyak generasi muda Kotim yang memiliki kompetensi di tingkat nasional dan internasional," tandasnya. (KLIK-RED)