KLIK.SAMPIT – Sampah yang menumpuk di sekitar Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, khususnya dekat Pasar Ikan Mentaya, menjadi keluhan serius bagi pedagang dan pengunjung. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan berbelanja dan memperburuk kebersihan lingkungan pasar. Sampah yang kerap dibiarkan berhari-hari tanpa diangkut oleh petugas, mengakibatkan bau tak sedap dan pemandangan yang kumuh.
Nur, salah seorang pedagang di sekitar kawasan tersebut, mengungkapkan rasa kekhawatirannya terkait penanganan sampah yang lambat. Menurutnya, sampah yang menumpuk bukan hanya mengganggu kebersihan tetapi juga bisa mengurangi daya tarik pasar bagi pengunjung.
"Sampah jadi menggunung, lingkungan pasar PPM ini jadi jorok dan bau. Pengunjung juga bisa enggan berbelanja di sini. Sampah seharusnya diangkut setiap hari, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut," ujar Nur, Kamis (26/12).
Tumpukan sampah tersebut terdiri dari limbah sisa pedagang, seperti daging ayam, ikan, sayuran, bungkus plastik, botol bekas kemasan, dan berbagai jenis sampah lainnya yang mudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap. Salah satu jenis sampah yang paling bermasalah adalah limbah dari pasar ikan dan daging yang lebih cepat membusuk.
Kondisi ini telah mendorong pemerintah setempat untuk mengambil tindakan, dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur diminta untuk menangani permasalahan tumpukan sampah tersebut.
"Sampah yang dibuang di lokasi ini banyak berasal dari limbah pedagang ikan, ayam, daging, dan sayuran. Jika tidak segera diangkut, bau busuk akan semakin menyebar," tambah Nur.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur, Irawati, juga turut menyoroti masalah sampah yang mengganggu pemandangan di area pasar. Menurutnya, keberadaan sampah yang menumpuk membuat kawasan pasar terlihat kumuh dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
"Saya akan menyampaikan masalah ini kepada dinas terkait. Biasanya, sampah di kawasan pasar ini harusnya sudah diangkut paling lambat pukul 05.00 pagi, tapi beberapa hari terakhir memang ada keluhan tentang kurangnya armada pengangkut sampah di Kotim," kata Irawati.
Irawati berjanji akan segera mencari solusi terkait masalah ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan penanganan sampah di wilayah pasar, agar pedagang dapat berjualan dengan nyaman dan pengunjung pun merasa nyaman berbelanja.
"Semoga ada solusi terkait masalah sampah ini. Agar pedagang bisa lebih mudah berjualan dan pembeli pun dapat berbelanja dengan nyaman," tambahnya.
Dengan semakin banyaknya keluhan dari masyarakat, diharapkan penanganan masalah sampah di Pasar PPM Sampit dapat segera diperbaiki demi menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan tersebut. (KLIK-RED)