KLIK.SAMPIT – Masjid Sayyidul Ihsan Sampit kembali melanjutkan tradisi salat tarawih dengan membaca satu juz Al-Qur’an setiap malam sepanjang Ramadan. Ibadah yang sudah berlangsung selama 16 tahun berturut-turut ini memungkinkan jemaah mengkhatamkan 30 juz hingga akhir bulan suci.
Masjid yang terletak di Komplek Inhutani, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini kembali dipadati jemaah yang ingin menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
"Alhamdulillah, ini sudah tahun ke-17 kami melaksanakan salat tarawih dengan metode satu malam satu juz. Kami berharap bisa kembali menyelesaikan khataman Al-Qur'an tahun ini," ujar Ustaz Muhammad Hasbi, kaum Masjid Sayyidul Ihsan, Jumat malam (28/2).
Ia menuturkan bahwa tradisi ini terus dijaga bukan hanya untuk menambah kekhusyukan ibadah, tetapi juga untuk meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan antarjemaah.
"Kami ingin ibadah Ramadan bukan sekadar rutinitas, tetapi juga membawa manfaat bagi peningkatan keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat," tambahnya.
Selain memperkuat ukhuwah Islamiyah, metode tarawih satu malam satu juz juga memberikan kesempatan bagi jemaah untuk lebih mendalami Al-Qur'an. Banyak yang merasa terbantu dengan pola ini karena mereka bisa lebih teratur dalam menyimak bacaan Al-Qur'an selama Ramadan.
"Semoga kami bisa terus melaksanakan tradisi ini, dan semakin banyak jemaah yang ikut serta hingga Ramadan berakhir," harapnya.
Antusiasme jemaah dalam mengikuti tarawih khatam 30 juz ini terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa jemaah bahkan datang dari luar kawasan sekitar masjid untuk merasakan pengalaman ibadah yang lebih mendalam.
Dengan tetap menjaga tradisi ini, Masjid Sayyidul Ihsan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan dan penguatan spiritual bagi umat Muslim di Sampit selama bulan Ramadan. (KLIK-RED)