KLIK.SAMPIT – Kepanikan melanda awak kapal tugboat yang sedang bersiap berlayar di kawasan Bengkirai, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu sore (15/3). Seekor ular King Kobra (Ophiophagus hannah) sepanjang 3,5 meter tiba-tiba muncul di ruang mesin kapal, membuat para kru ketakutan dan segera meminta bantuan petugas.
"Kami benar-benar kaget. Saat masuk ruang mesin, tiba-tiba saja ular itu sudah ada di sana. Ukurannya besar, kami langsung menjauh dan mencari bantuan," ujar salah satu awak kapal.
Mendapat laporan tersebut, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim segera bergerak ke lokasi. Komandan Pleton Disdamkarmat Kotim, Carles, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 15.05 WIB dari seorang warga bernama Walidi yang langsung datang ke markas komando.
"Setelah mendapat informasi, kami segera melakukan validasi dan bersiap menuju lokasi. Setibanya di sana, petugas diarahkan ke ruang mesin tempat ular terakhir terlihat," ujar Carles.
Evakuasi tidak berjalan mudah. Ular berbisa mematikan itu bersembunyi di sela-sela lemari, menyulitkan petugas dalam menangkapnya. Dibantu anggota Komunitas Pecinta Reptil Sampit, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi ular tersebut setelah beberapa saat melakukan manuver penangkapan yang hati-hati.
Setelah dinyatakan aman, ular King Kobra itu dievakuasi ke tempat yang lebih sesuai. Sementara itu, petugas mengimbau para awak kapal dan masyarakat sekitar untuk lebih waspada terhadap kemunculan ular berbisa di lingkungan mereka, terutama di musim penghujan yang sering membuat satwa liar keluar dari habitatnya.
Setelah operasi selesai, petugas kembali ke Markas Komando Disdamkarmat Kotim. Insiden ini menjadi pengingat bahwa ancaman satwa liar masih sering terjadi di sekitar pemukiman dan tempat kerja, sehingga kewaspadaan harus selalu ditingkatkan. (KLIK-RED)