KLIK.SAMPIT – Umat Kristiani di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperingati Jumat Agung dengan penuh khidmat, Jumat (18/4). Peringatan ini merupakan bagian dari rangkaian Tri Hari Suci yang bermakna mendalam bagi umat Kristiani.
Bagi umat Kristiani, Jumat Agung diperingati sebagai momen mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, yang diyakini sebagai bentuk pengorbanan demi menebus dosa umat manusia. Ibadat berlangsung dengan tenang dan penuh perenungan, salah satunya di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga.
“Melalui Jumat Agung, mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat semangat pengorbanan di kayu salib. Begitu juga dalam hidup bermasyarakat, kita harus mampu hidup dalam keberagaman demi kepentingan bersama,” tutur Pendeta Esteriady dalam khotbahnya.
Ia menambahkan, bagi mereka, peringatan Jumat Agung menjadi refleksi tahunan untuk meneladani kasih dan pengorbanan Yesus Kristus. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat mendorong umat untuk membangun hubungan harmonis tanpa memandang perbedaan agama, suku, ras, maupun status sosial.
Menjelang Paskah, hampir seluruh tempat pemakaman umat Kristen juga tampak ramai dikunjungi warga yang berziarah. Ziarah menjadi bagian penting dari tradisi Paskah, sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah tiada serta ungkapan sukacita akan kebangkitan Kristus.
Liliani, salah satu warga yang datang berziarah, mengungkapkan bahwa dirinya selalu menyempatkan pulang kampung setiap menjelang Paskah.
“Setiap Paskah saya pasti pulang untuk berziarah ke makam orang tua. Ini bukan hanya tradisi, tapi juga wujud syukur atas kebangkitan Yesus yang membawa keselamatan bagi umat manusia,” ujarnya.
Dengan semangat Jumat Agung, umat Kristen di Kotim diharapkan terus menjadi pelopor perdamaian dan toleransi, menjaga harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.(KLIK-RED)