Home Pemerintah Kotawaringin Timur Pemuda Hindu Kotim Gaungkan Toleransi Lewat Dharma Santi Nyepi

Pemuda Hindu Kotim Gaungkan Toleransi Lewat Dharma Santi Nyepi

  Sugianto   | Kamis , 08 Mei 2025
4e60ae0d5854d435f86f2c73822b1ac6.jpg
Foto bersama dalam Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang diselenggarakan oleh pemuda, pelajar, dan mahasiswa Hindu. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wanita, Sampit, Rabu (7/5).

KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi penyelenggaraan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1947 sebagai bentuk komitmen dalam mempererat persaudaraan dan toleransi antarpemeluk agama di daerah tersebut.

Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel, mewakili Bupati Kotim, menghadiri Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1947 yang diselenggarakan oleh pemuda, pelajar, dan mahasiswa Hindu. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Wanita, Sampit, Rabu (7/5).

"Perayaan ini merupakan momentum untuk memperkuat silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan toleransi antarpemeluk agama. Mari kita jaga dan pupuk terus toleransi demi terwujudnya masyarakat Kotim yang damai dan sejahtera," ujar Rihel.

Dharma Santi Nyepi merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi yang berlangsung pada Tahun Baru Saka 1947 atau tahun 2025 Masehi. Dalam acara ini, umat Hindu berkumpul untuk mendengarkan dharma wacana (ceramah keagamaan), melakukan persembahyangan bersama, serta mempererat tali persaudaraan.

Dharma Santi sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan setelah Hari Raya Nyepi sebagai bentuk refleksi, pemaknaan, dan penyucian diri. Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema "Manawasewa, Madawasewa Mewujudkan Indonesia Emas 2045".

Rihel menyampaikan bahwa Dharma Santi bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata nilai-nilai spiritual yang memperkuat persaudaraan dalam keberagaman. Ia juga menilai kegiatan ini memperkaya warna seni dan budaya di Kotim.

Atas nama pemerintah daerah, Rihel mengapresiasi partisipasi aktif umat Hindu dalam menjaga kerukunan dan ketertiban. Menurutnya, kontribusi umat Hindu dalam pembangunan Kotim selama ini sangat nyata dan berarti.

"Saya berharap Dharma Santi ini menjadi ruang refleksi dan rekonsiliasi spiritual, sekaligus momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam membangun Kotim secara rukun dan damai demi kesejahteraan bersama," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dharma Santi Gabungan Kotim, Made Ardhika, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan rasa persatuan dan kebersamaan di kalangan pemuda, pelajar, dan mahasiswa Hindu di Kotim.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menciptakan refleksi dan menjadi pemersatu generasi muda Hindu, serta menjadi pengingat pentingnya hidup rukun dalam keberagaman masyarakat," ujar Made Ardhika. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami