KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berencana melelang kapal wisata milik daerah yang sempat tenggelam beberapa waktu lalu akibat kebocoran pada lambung kapal. Saat ini, rencana tersebut tinggal menunggu persetujuan akhir dari Bupati Kotim.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Bima Ekawardhana, menjelaskan bahwa kapal tersebut telah dinyatakan tidak layak beroperasi setelah melalui proses penilaian oleh tim pengkajian.
"Kapal itu sudah tidak bisa dipaksakan untuk digunakan kembali. Hasil penilaian menyatakan kapal wisata tersebut tidak layak dan merekomendasikan agar dilelang karena merupakan aset daerah," ujar Bima, Senin (19/5).
Kapal wisata milik Pemkab Kotim itu sebelumnya digunakan untuk wisata susur Sungai Mentaya. Namun sejak insiden karam pada 21 Januari lalu, kapal tersebut tidak lagi beroperasi dan dibiarkan bersandar di wilayah Kecamatan Seranau selama beberapa bulan terakhir.
Bima mengungkapkan bahwa kapal tersebut telah digunakan selama kurang lebih 20 tahun. Selama masa pemanfaatannya, kapal beberapa kali mengalami kebocoran dan kini kondisinya kian memburuk.
"Banyak bagian yang bocor meskipun sudah ditambal berulang kali. Selain itu, beberapa bagian kapal juga sudah lapuk. Kemungkinan kayu ulin yang digunakan saat pembuatan dulu masih muda, sehingga tidak cukup kuat," jelasnya.
Selain tidak layak secara teknis, pelelangan kapal tersebut juga dinilai dapat memberikan pemasukan bagi daerah. Menurut Bima, rekomendasi pelelangan sudah disampaikan kepada Bupati Kotim dan saat ini pihaknya tinggal menunggu keputusan resmi.
"Informasinya, Bupati juga menyetujui kapal itu tidak digunakan lagi dan bisa dilelang. Kalau dipaksakan tetap beroperasi, risikonya besar karena bisa bocor lagi di tengah perjalanan," tambahnya.
Berdasarkan data daftar inventaris Disbudpar Kotim, nilai kapal tersebut ditaksir sekitar Rp800 juta, termasuk perlengkapan yang ada di dalamnya. Namun, mengingat kondisi kapal yang sudah rusak dan termakan usia, nilai lelang diperkirakan akan lebih rendah.
"Nilai pelelangan kemungkinan akan menyusut dari nilai awal, karena kondisinya memang sudah tidak layak," tandas Bima.(KLIK-RED)