KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) serius menyambut program Sekolah Rakyat (SR) yang digagas Pemerintah Pusat dengan mengusulkan dua lokasi strategis sebagai tempat pembangunan sekolah tersebut.
Wakil Bupati Kotim Irawati, mengungkapkan, dua lokasi yang diajukan yakni lahan seluas 6,12 hektare di wilayah Lingkar Utara dan lahan sekitar 9 hektare di sekitar Rusun Nawa.
“Namun saat ini kedua lokasi masih dalam proses perubahan status kepemilikan agar bisa dihibahkan ke Pemkab Kotim,” ujarnya, Selasa (20/5).
Menurut Irawati, lahan pertama masih atas nama pribadi Burhanuddin, sementara lahan kedua bersertifikat atas nama PT Wengga. Proses legalitas lahan ini menjadi syarat utama untuk memasuki tahap pertama pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pemerintah pusat menginstruksikan kesiapan lahan, termasuk legalitasnya, agar program ini bisa berjalan lancar. Kami pun membentuk tim verifikasi dan telah melaporkan hasilnya ke Bupati, yang telah menyetujui rencana ini,” jelas Irawati.
Dijelaskan pula, sebelumnya luas lahan yang dibutuhkan minimal lima hektare, namun kemudian berubah menjadi delapan hektare. Hal ini tidak menjadi kendala karena kedua lokasi yang diusulkan sudah memenuhi kriteria tersebut.
“Saat ini tinggal langkah mengubah sertifikat menjadi milik pemerintah daerah supaya lahan bisa dihibahkan ke Kementerian Sosial,” tambahnya.
Irawati menilai proses ini juga menjadi momentum menata dan menertibkan aset daerah agar tidak menimbulkan masalah hukum di masa depan.
“Jika lahan sudah atas nama pemerintah daerah, maka tidak ada risiko gugatan. Ini sekaligus menjadi kesempatan memperbaiki pengelolaan aset daerah,” tuturnya.
Pentingnya Sekolah Rakyat bagi Kotim juga disampaikan Irawati, mengingat Kabupaten ini memiliki jumlah penduduk terbesar dan angka kemiskinan tertinggi di Kalimantan Tengah. Selama ini, belum ada sistem hukum yang memungkinkan penghapusan data warga miskin secara objektif dari sistem nasional.
“Pemerintah pusat melalui Kemensos sangat mendukung program ini. Mereka juga terkesan dengan kesiapan kami, termasuk ruang belajar, asrama putra-putri, fasilitas memasak, dan kamar mandi yang sementara berada di Islamic Center,” ujar Irawati.
Meski masih kekurangan meja dan kursi, Pemkab Kotim siap menganggarkan pengadaan tersebut. Untuk fasilitas lain seperti pipa air, toilet, dan tenaga pendidik, hanya perlu perbaikan kecil.
“Kami siap bersama-sama membiayai karena ini demi kepentingan warga Kotim,” pungkas Irawati.(KLIK-RED)