KLIK.SAMPIT – Sebuah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Nur Mentaya, Jalan Tjilik Riwut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ditemukan dalam kondisi miring dan berpotensi membahayakan keselamatan warga. Beruntung, Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim bergerak cepat memperbaikinya sebelum terjadi insiden.
“Lampu PJU Terowongan Nur Mentaya yang sebelumnya miring telah kami perbaiki,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Selasa (24/6).
Raihansyah menyebutkan, posisi miring tiang tersebut sangat membahayakan karena mengarah ke trotoar, tempat yang biasa digunakan masyarakat untuk duduk atau berjalan kaki. Jika tidak segera ditangani, tiang itu bisa saja roboh dan menelan korban.
Ia mengakui, proses perbaikan sempat tertunda karena truk skylift milik Dishub sedang mengalami kerusakan. Namun tim teknis tetap melakukan pengelasan dan pengecatan ulang secara manual. Beruntung, lampu tidak mengalami kerusakan berarti.
Dugaan sementara, tiang tersenggol truk besar yang melintas. Namun hingga kini, pelaku belum dapat diidentifikasi karena tidak ada kamera pengawas (CCTV) di lokasi dan tak satu pun warga menyaksikan langsung kejadian itu.
“Kami kesulitan melacak pelakunya karena tidak ada CCTV. Tapi yang terpenting saat ini adalah penanganan cepat agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Raihansyah juga mengapresiasi warga yang segera melaporkan kondisi tiang miring tersebut.
“Ini bentuk sinergi yang baik antara masyarakat dan pemerintah. Laporan seperti ini sangat membantu dalam menjaga keselamatan fasilitas umum,” tambahnya.
Dishub pun mengimbau masyarakat agar ikut menjaga aset daerah, termasuk PJU yang dibangun dari dana pajak masyarakat.
“Semua ini dibangun dari uang rakyat. Jadi mari kita jaga bersama, bukan merusaknya,” tegasnya.
Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu pernah terjadi kasus pengemudi menabrak PJU dan harus mengganti kerusakan. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang.
Adapun, tiang PJU di kawasan Nur Mentaya tersebut diketahui sudah terlihat miring sejak Jumat (22/6), dan sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena lokasinya dekat dengan jalur trotoar yang cukup ramai. (KLIK-RED)