KLIK.SAMPIT – Keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang dibiarkan bersusun di sekitar Taman Kota Sampit, tepatnya di pinggir Jalan Pemuda, dikeluhkan warga. Pasalnya, lapak-lapak tersebut dibiarkan terbuka hingga siang hari, padahal seharusnya sudah harus ditertibkan sejak pagi.
“Rasanya sesuai aturan, pedagang baru boleh menggelar lapak sore hari dan harus dibereskan sebelum pagi. Tapi ini justru dibiarkan sampai siang, bikin pemandangan kumuh,” ujar Rahmad, salah seorang warga, Minggu (13/7).
Pantauan di lapangan, sejumlah lapak bersusun rapi namun tak digunakan. Sebagian hanya ditinggal begitu saja, merusak pemandangan dan mengganggu ketertiban di sekitar taman.
Warga berharap instansi terkait segera mengambil tindakan, karena kondisi tersebut sudah berlangsung lebih dari sebulan dan belum ada penertiban berarti.
Menanggapi keluhan tersebut, Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Timur mengaku telah menerima laporan masyarakat. Kepala Bidang Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Kotim Sugeng Riyanto, memastikan pihaknya akan segera melakukan penertiban.
“Kami sudah koordinasi dan akan turunkan tim dalam waktu dekat. Lapak-lapak yang ditinggalkan begitu saja itu akan kami bersihkan,” tegas Sugeng.
Ia juga mengingatkan para pedagang untuk menaati aturan dan tidak meninggalkan lapak secara sembarangan demi menjaga kebersihan dan ketertiban di ruang publik.
“Area sekitar taman kota adalah wajah kota, jangan sampai terlihat kumuh,” pungkasnya. (KLIK-RED)