Home Berita Metropolis Teror Benang Gelasan Kian Mengkhawatirkan, Satpol PP Kotim Akan Patroli Skala Besar

Teror Benang Gelasan Kian Mengkhawatirkan, Satpol PP Kotim Akan Patroli Skala Besar

  Sugianto   | Rabu , 23 Juli 2025
318e534c051b2edd1c85b93e0e346cb1.jpg
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotim Widya Yulianti

KLIK.SAMPIT – Teror benang gelasan kian meresahkan masyarakat Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah sejumlah pengendara menjadi korban, termasuk seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengalami luka serius di dahi, Satpol PP Kotim langsung bereaksi.

Korban terakhir diketahui melintas di Jalan Jeruk I, Kelurahan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Ketapang, Selasa petang (22/7), saat benang layangan menyangkut di kepalanya. Ia pun harus dilarikan ke rumah sakit karena luka yang cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah.

Plt Kasatpol PP Kotim Widya Yulianti, menyatakan pihaknya akan menggencarkan patroli pengawasan secara besar-besaran di sejumlah titik rawan yang sering dijadikan tempat bermain layangan, terutama yang berdekatan dengan jalan umum.

“Kami dari Satpol PP sebenarnya rutin berpatroli. Tapi mulai sekarang kami akan lakukan patroli lebih intensif, menyisir area-area terbuka yang dekat jalan raya,” kata Yuli, Rabu (23/7).


Menurutnya, fenomena anak-anak hingga remaja bermain layangan di pinggir jalan telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

“Kami tidak melarang bermain layangan. Tapi harus di tempat yang aman. Jangan di dekat jalan raya, pemukiman padat, atau area berbahaya lainnya,” tambahnya.


Benang gelasan yakni benang layangan yang dilapisi serbuk kaca tajam menjadi sorotan utama. Dalam sebulan terakhir, sudah beberapa kali terjadi insiden yang menyebabkan korban luka di leher, wajah, dan dahi. Bahkan ada korban yang nyaris celaka saat mengendarai motor karena tidak menyadari benang yang melintang.

Yuli menyebut, dalam patroli nanti, petugas tidak hanya menegur pemain layangan, tapi juga akan menyita benang dan layangan, terutama yang menggunakan benang gelasan.

“Kami akan ambil tindakan. Kalau ketahuan main di lokasi berbahaya, kami beri teguran, dan layangan akan kami amankan. Ini untuk keselamatan bersama,” tegasnya.

Selain patroli, Satpol PP juga akan menggandeng pihak kecamatan dan kelurahan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat, terutama anak-anak.

“Kami minta semua pihak ikut ambil peran. Tidak bisa hanya Satpol PP saja. Warga, RT, orang tua, semua harus ikut menjaga keselamatan lingkungan,” katanya.

Dengan langkah tegas ini, diharapkan ancaman benang gelasan tidak lagi merenggut korban berikutnya. Satpol PP memastikan, meskipun layangan adalah permainan tradisional yang menyenangkan, keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami