Home Pemerintah Kotawaringin Timur Belum Tersentuh Program Konversi, Warga Enam Kecamatan di Kotim Terkendala Elpiji Subsidi

Belum Tersentuh Program Konversi, Warga Enam Kecamatan di Kotim Terkendala Elpiji Subsidi

  Sugianto   | Jumat , 01 Agustus 2025
e541e52a7c77299799a77bdd89c81fd9.jpg
Ilustrasi kesulitan mendapatkan elpiji. (Dibuat dengan kecerdasan buatan)

KLIK.SAMPIT – Hingga kini, masyarakat di enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram. Kondisi ini terjadi karena distribusi belum optimal serta belum adanya program konversi resmi dari minyak tanah ke LPG di wilayah tersebut.

Minyak tanah yang sebelumnya menjadi sumber energi utama kini semakin sulit ditemukan. Meski sebagian besar warga sudah beralih ke elpiji 3 kg secara swadaya, ketiadaan pangkalan resmi maupun alokasi kuota dari pemerintah membuat harga di lapangan jauh lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Ases masyarakat di enam kecamatan itu sebagian besar sudah beralih ke elpiji karena sulit memperoleh minyak tanah. Namun tanpa distribusi resmi, akses mereka terhadap energi bersih belum optimal,” kata Asisten II Setda Kotim Bidang Perekonomian dan Pembangunan Rody Kamislam, Jumat (1/8).

Enam kecamatan yang belum tersentuh program konversi tersebut yaitu Kecamatan Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, dan Antang Kalang.

Rody menyebut, Pemkab Kotim telah mengusulkan program konversi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dengan harapan bisa dimulai pada awal 2026.

“Kami berharap di awal 2026, enam kecamatan ini mendapat dukungan pembiayaan dari APBN,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab tidak menutup kemungkinan melaksanakan konversi secara mandiri jika tidak ada dukungan dana pusat.

“Kalau tidak bisa didanai APBN, kita upayakan konversi mandiri. Distribusi tetap dilakukan meski tanpa pengadaan dari pusat, sebab sebagian besar rumah tangga sudah memiliki tabung elpiji 3 kg,” imbuh Rody.

Sembari menunggu realisasi, masyarakat diminta bersabar dan berharap distribusi LPG subsidi segera merata agar tidak lagi membebani warga, khususnya di daerah terpencil.(KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami