Home Berita Metropolis Air Mata Haru, Dari Keluarga Sederhana, Andika Wardhana Kini Jadi Anggota Paskibraka Kotim

Air Mata Haru, Dari Keluarga Sederhana, Andika Wardhana Kini Jadi Anggota Paskibraka Kotim

  Sugianto   | Sabtu , 16 Agustus 2025
effae9473ac9f1c0b57d4a126f483ad3.jpg
Muhammad Ali (Ayah) dan Tri Tilawati (ibu) saat bersama anaknya Andika Wardhana, salah seorang angota Paskibraka Kotim.

KLIK.SAMPIT – Kebanggaan tak terbendung dirasakan pasangan orang tua wiraswasta di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Ali dan Tri Tilawati, saat melihat anaknya dikukuhkan sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025.

“Tidak pernah menyangka sama sekali, tetapi melihat kegigihan dan usahanya sendiri, alhamdulillah anak saya bisa lolos,” kata ayahnya, Muhammad Ali, Sabtu (16/8).

Ia menuturkan, selama ini hanya bekerja sebagai wiraswasta untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Ali dan istrinya tidak menyangka anaknya bisa berdiri di barisan Paskibraka. Menurutnya, menjadi anggota Paskibraka adalah prestasi luar biasa karena harus melewati seleksi ketat, mulai dari fisik, mental, hingga wawasan kebangsaan.

“Ini kebanggaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Anaknya bernama Andika Wardhana, siswa kelas 10 di SMKN 1 Sampit. Ali menilai, meskipun anaknya tidak begitu aktif dalam organisasi, tetapi ia cukup aktif dalam kegiatan olahraga di sekolahnya.

“Dia ini olahraganya juara. Lari, renang, dasarnya memang ke olahraga. Kegiatan-kegiatan positif, prestasi. Intinya prestasi, memang anaknya selalu berprestasi,” ucapnya dengan bangga.

Paskibraka sendiri merupakan pasukan terpilih yang mengemban tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kotim, yang akan digelar pada Minggu (17/8).

“Sebagai orang tua kami akan selalu mendukung. Persaingan waktu itu sangat ketat saat seleksi. Jadi kami hanya bisa memotivasi, memberikan arahan, dan berdoa. Semoga dia tetap rendah hati dan bisa menjaga amanah, karena tidak semua anak punya kesempatan seperti ini,” ungkapnya.

Ia berharap pengalaman ini akan menjadi bekal berharga bagi anaknya untuk meraih cita-cita dan menjadi teladan bagi teman-temannya.

Meski hanya sebagai wiraswasta, pada kesempatan itu ia juga berpesan kepada generasi muda, khususnya di Kotim, agar terus semangat dalam berjuang.

“Pesan saya pribadi untuk anak-anak muda Kotim, ayo berjuang. Kami pun sebagai orang tua tidak menyangka sama sekali bahwa anak kami bisa terpilih. Tidak menutup kemungkinan, mau kaya, mau miskin, yang penting ada keinginan dan berjuang sungguh-sungguh, maka akan berhasil,” ajak Ali. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami