Home Peristiwa Hari Kedua Pencarian, ABK Masih Hilang di Sungai Mentaya

Hari Kedua Pencarian, ABK Masih Hilang di Sungai Mentaya

  Sugianto   | Sabtu , 30 Agustus 2025
7bcff268802620c0c72f423e90b46881.jpg
Kondisi perairan Sungai Mentaya di Desa Tewah, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur.

KLIK.SAMPIT – Memasuki hari kedua, Sabtu (30/8), tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) tongkang Karya Maju yang hilang di Sungai Mentaya, tepatnya di Perairan Kampung Teluk Tewah, Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Korban diketahui bernama Bagus Isgiyanto, warga RT 01 RW 05 Kelurahan Banjardawa, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Ia dilaporkan hilang sejak Jumat sore (29/8) sekitar pukul 17.45 WIB, saat beraktivitas di atas tongkang.

Meski belum ada keterangan pasti terkait kronologi jatuhnya korban ke sungai, sejumlah rekan ABK menyebut Bagus terakhir kali terlihat sedang membersihkan tandon air. Sesudah itu, ia tidak lagi tampak di atas kapal.

Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, AA Ketut Alit Supartana, mengatakan hingga kini tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan perahu karet.

“Operasi memasuki hari kedua. Tim masih terus menyisir lokasi hilangnya korban,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah menerima laporan, Basarnas Pos Pencarian dan Pertolongan Sampit segera berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Sabtu pagi, tim lebih dulu menggelar briefing untuk pembagian tugas, pengecekan peralatan, dan penyusunan rencana operasi.

Hingga saat ini status korban masih dalam pencarian. Jika ditemukan, Basarnas memastikan korban akan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan. Meski tidak ada hambatan berarti, tim SAR tetap mewaspadai derasnya arus Sungai Mentaya yang sewaktu-waktu bisa berubah.

Unsur yang terlibat dalam pencarian meliputi Basarnas Pos Sampit, KSOP Kotawaringin Timur, Ditpolairud Polda Kalteng, Satpolair Polres Kotim, Polsek Cempaga, BPBD Kotim, serta masyarakat setempat. Mereka dikerahkan dengan dukungan Rescue D-Max, perahu karet, peralatan water rescue, alat komunikasi, hingga perlengkapan medis.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya maksimal meski terkendala arus sungai yang deras dan kondisi air keruh. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami