KLIK.SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun Lemiring, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kotawaringin Timur, mulai mendekati permukiman warga. Kondisi tersebut membuat warga harus berjaga secara bergantian hingga 24 jam untuk mengantisipasi api merambat ke rumah.
Warga setempat, Dilla, mengatakan kebakaran di wilayah tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak Agustus. Namun, dalam sekitar tiga pekan terakhir, kondisi kebakaran semakin parah dan meluas hingga membakar sejumlah kebun masyarakat.
“Sudah hampir tiga mingguan ini parahnya. Awalnya di tengah rimba, sekarang sampai dekat rumah orang,” ujar Dilla, Kamis (8/10).
Menurut Dilla, kebakaran tidak hanya mengancam permukiman, tetapi juga berdampak terhadap kebun yang menjadi sumber penghasilan warga. Salah satu kebun milik keluarganya dengan luas sekitar dua hektare disebut telah terbakar.
“Kebun kakak saya yang dua hektare saja sudah habis terbakar. Belum lagi kebun-kebun milik orang kampung lainnya,” katanya.
Warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Namun, jarak lokasi kebakaran dengan sumber air menjadi salah satu kendala dalam penanganan.
“Alat seadanya saja, karena jauh dari air. Warga semua bergantian menjaga api, sampai 24 jam,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat warga harus terus memantau pergerakan api agar tidak semakin mendekati permukiman. Di sisi lain, kebakaran yang berlangsung cukup lama telah menyebabkan sebagian kebun masyarakat terbakar.
Dilla mengatakan pemerintah daerah bersama pihak terkait sebelumnya telah mendatangi lokasi untuk melihat kondisi kebakaran. Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati juga disebut telah turun langsung ke wilayah tersebut.
Meski demikian, warga berharap penanganan di lokasi dapat terus dilakukan, terutama dengan dukungan peralatan pemadaman dan kebutuhan lain yang diperlukan masyarakat.
“Harapannya semoga ada bantuan masuk ke kampung sana, seperti alat pemadaman atau apa saja. Warga sudah capek menjaga api terus. Mudah-mudahan daerah-daerah pelosok yang jarang ter-update media juga diperhatikan,” tuturnya.
Warga berharap penanganan dapat dilakukan sebelum api semakin mendekati rumah penduduk. Mereka juga berharap hujan segera turun untuk membantu mengendalikan kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa pekan tersebut.
(KLIK-RED)