Home Berita Nasional Gibran Ingatkan Ancaman Intoleransi, Daerah Diminta Cepat Bertindak

Gibran Ingatkan Ancaman Intoleransi, Daerah Diminta Cepat Bertindak

  Redaksi   | Jumat , 09 Oktober 2026
1c59b4ffb783dc2b99439c859f519633.jpg
Wakil Presiden Gibran Rakabuming saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10). (BPMI Setwapres)

KLIK.TANGERANG – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengingatkan pemerintah daerah agar segera menangani persoalan yang berpotensi memicu intoleransi dan konflik sosial. Pesan itu disampaikan saat membuka Kongres Nasional ke-V Asosiasi Pendeta Indonesia (API) di Grand Serpong Hotel & Resort, Tangerang, Banten, Kamis (8/10/2026).

Gibran menegaskan, pemerintah memberi perhatian serius terhadap persoalan intoleransi, termasuk memastikan setiap warga negara memiliki kebebasan untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

Menurutnya, kepekaan pemerintah daerah terhadap dinamika di tengah masyarakat menjadi penting agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Persoalan Intoleransi Perlu Segera Ditangani

Dalam sambutannya, Gibran mengingatkan para pemangku kepentingan di daerah untuk tidak mengabaikan persoalan yang berpotensi memicu ketegangan antarwarga.

Penanganan sejak dini diperlukan agar setiap persoalan dapat dicarikan solusi sebelum berkembang lebih jauh. Upaya tersebut juga berkaitan dengan pemenuhan hak warga negara dalam menjalankan keyakinan masing-masing.

Gibran turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan dan menghargai perbedaan. Menurutnya, kerukunan menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah kemajemukan Indonesia.

Waspadai Provokasi dan Kabar Bohong

Selain menekankan toleransi, Wapres mengingatkan masyarakat agar mewaspadai provokasi dan kabar bohong yang berpotensi memecah belah persatuan.

Pemerintah dan masyarakat memiliki peran dalam menjaga suasana yang kondusif, termasuk dengan menyelesaikan persoalan secara bijak serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memperkeruh keadaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Kongres Nasional ke-V API, yang menjadi forum pertemuan para pendeta dari berbagai daerah.

Penguatan toleransi, respons cepat terhadap persoalan sosial, serta penghormatan terhadap kebebasan beragama menjadi hal penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa. (KLIK-RED)

 

Baca Juga

Ikuti Kami