KLIK.SAMPIT – Persoalan layanan air bersih di Kecamatan Telawang, jalan penghubung Desa Biru Maju menuju Desa Sumber Makmur, serta kebiasaan membuang sampah ke bantaran sungai di Kecamatan Kota Besi menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Mariani.
Ketiga persoalan tersebut diserap Mariani saat melaksanakan reses di Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Ia berharap aspirasi masyarakat itu mendapat tindak lanjut dari instansi terkait karena menyangkut kebutuhan dasar, kelancaran aktivitas warga, dan kelestarian lingkungan.
Di Kecamatan Telawang, Mariani menyoroti layanan air bersih yang disebut belum dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal, meskipun sarana dan prasarana pendukung PDAM dikabarkan telah tersedia.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat tiga pegawai yang telah digaji sejak 2014. Namun, masyarakat masih menantikan layanan air bersih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat Telawang. Informasi yang kami terima, sarana dan prasarananya sudah tersedia, bahkan ada tiga pegawai yang digaji sejak 2014. Namun, masyarakat masih menantikan agar layanan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujar Mariani, Sabtu (10/10).
Ia berharap instansi terkait mengevaluasi kesiapan fasilitas, operasional, dan kebutuhan pendukung lainnya untuk mengetahui kendala yang menyebabkan layanan tersebut belum berjalan sesuai harapan.
Menurutnya, ketersediaan sarana perlu diikuti pelayanan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Air bersih merupakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup warga.
Selain air bersih, Mariani menyoroti jalan penghubung Desa Biru Maju menuju Desa Sumber Makmur yang disebut belum tertangani sejak dirinya menjadi anggota DPRD Kotim.
Jalan tersebut menjadi akses masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi jalan yang memadai juga dibutuhkan untuk mendukung mobilitas warga dan kegiatan ekonomi antardesa.
Mariani berharap pemerintah daerah meninjau kondisi jalan tersebut agar tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganannya dapat diketahui. Hasil peninjauan itu diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, persoalan lingkungan menjadi perhatian di Kecamatan Kota Besi. Mariani mengungkapkan masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke bantaran sungai.
“Penanganan sampah di Kota Besi juga perlu menjadi perhatian serius. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah ke bantaran sungai. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini berpotensi mencemari air dan mengganggu kondisi sungai,” ungkapnya.
Ia menilai penanganan sampah perlu didukung fasilitas yang memadai, sistem pengangkutan yang teratur, serta edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut diperlukan untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan kawasan sungai.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga lingkungan perlu dilakukan bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Imbauan menjaga kebersihan juga perlu diimbangi dengan ketersediaan sarana pengelolaan sampah yang mudah dijangkau warga.
Melalui reses Dapil IV, Mariani berharap persoalan air bersih di Telawang, jalan penghubung Biru Maju menuju Sumber Makmur, serta penanganan sampah di Kota Besi mendapat tindak lanjut dari instansi terkait sesuai kewenangannya.
Ia berharap koordinasi dan perencanaan yang tepat dapat mendorong penyelesaian secara bertahap, sehingga aspirasi masyarakat tidak berhenti sebagai catatan reses, tetapi menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan di Kotim. (KLIK-RED)