Home Pemerintah Kotawaringin Timur Wabup Berikan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Antang Kalang

Wabup Berikan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Antang Kalang

  Redaksi   | Sabtu , 17 Juli 2021
23c70bfb2fceade0c19e8b06917f913d.jpg
Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat meninjau banjir yang terjadi di Kecamatan Antang Kalang, Sabtu (17/7).

KLIK. SAMPIT— Sebanyak enam desa di Kecamatan Antang Kalang, terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi terjadi di beberapa hari terakhir. Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, turun langsung untuk memberikan sembako kepada warga yang terdampak banjir.

“Saya turun langsung mengecek kondisi banjir di Kecamatan Antang Kalang, serta membawa sembako yang dibagikan kepada warga yang terdampak,” jelas Irawati, Sabtu (17/7).

Adapun desa yang terdampak banjir diantaranya, Desa Tumbang Kalang, Kuluk Telawang, Sungai Puring, Tumbang Ramei, Tumbang Sepayang, dan Sungai Hanya. Saat ini kondisi air sudah mulai surut, namun warga tetap diimbau waspada, sebab sewaktu-waktu banjir dapat kembali terjadi tergantung hujan.

“Pihak kecamatan dan desa saya minta selalu memantau kondisi banjir yang terjadi. Lakukan koordinasi dengan pemkab, untuk melakukan penanganan,” terangnya.

Adapun jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 365 KK. Bantuan yang diberikan berasal dari Dinas Sosial (Dinsos) berupa sembako, Dinas Kesehatan (Dinkes) berupa obat obatan dan dari perusahaan berupa sembako seperti tepung mie dan gula.

Suriansyah, warga Desa Tumbang Kalang, menjelaskan, banjir mulai terjadi pada Kamis (15/7). Tinggi air mulai naik pada Jumat (16/7), saat ini di lokasi dataran rendah masih tergenang. Namun, di daerah yang dataran tinggi airnya sudah surut.

“Saat curah hujan tinggi, Desa Tumbang Kalang memang menjadi langganan terjadi banjir. Di depan rumah saya juga sering terendam banjir, namun sekarang kondisinya sudah beransur surut,” jelasnya.

Sembako yang diberikan ini cukup membantu masyarakat, terlebih dikondisi pandemi saat ini. Masyarakat sudah mengalami kesulitan ekonomi, ditambah lagi banjir sehingga menyulitakan untuk beraktivitas, terlebih bekerja. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami