Home Pemerintah Kotawaringin Timur Pemkab Kotim Realisasikan Bantuan Alat Berat untuk Tiga Kecamatan

Pemkab Kotim Realisasikan Bantuan Alat Berat untuk Tiga Kecamatan

  Redaksi   | Selasa , 27 Juli 2021
bd0f74dfb9785fb8c8515849d3986354.jpg
Kunker Bupati Kotim, Halikinnor, ke Dusun Muara Ubar, Desa Tanah Putih Kecamatan Telawang, Selasa (27/7).

KLIK.SAMPIT— Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merealisasikan pengadaan alat berat untuk tiga kecamatan. Kecamatan tersebut berada di wilayah selatan, tengah dan utara.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan pengadaan alat berat tersebut baru direalisasikan tahun ini. Untuk ke depannya dikelola untuk pembangunan di kecamatan.

“Ada tiga pengadaan alat berat untuk tiga kecamatan," kata Halikinnor, di sela - sela kunjungan kerjanya ke Dusun Muara Ubar, Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, Selasa (27/7).

Halikinnor menyebut kondisi keuangan daerah yang terfokus pada penanganan Covid-19 menyebabkan pihaknya baru bisa mengadakan tiga alat berat pada tahun ini.

"Mudahan tahun depan pengadaan alat untuk 10 kecamatan lainnya," tambahnya.

Dalam kunjungan kerja itu, turut serta Kabag Umum Setda Kotim, Raihansyah, Plt Camat Telawang Ady Chandra, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Mentana dan Kapolsek Telawang.

Sementara itu menurut Halikinnor pengadaan alat berat ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan maupun kepentingan masyarakat. 

“Alat berat ini bisa digunakan untuk sektor pertanian, saluran pengairan, maupun perbaikan jalan," terangnya.

Masyarakat pun dipersilakan menggunakannya dengan terlebih dulu mengajukan peminjaman alat ke Balai Penyuluh Perkawinan (BPP) di setiap kecamatan. Sebab alat berat tersebut akan di kelola oleh pihak kecamatan.

Tak lupa Bupati Kotim, Halikinnor mengingatkan, masyarakat dan berpesan dalam penggunaan alat berat agar di jaga dan dirawat. Karena alat tersebut kepentingan bersama.

"Alat berat itu sama-sama dipelihara. Karena alat itu juga bisa digunakan untuk menggarap kebun," tandasnya.

Namun sebut Halikinnor jika kebunnya sudah ada dan tergarap, masyarakat jangan sampai menjualnya, melainkan harus memanfaatkan sebaik mungkin untuk kesejahteraan keluarga. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami