KLIK.SAMPIT – Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menyampaikan dalam setahun terakhir angka sebaran stunting di Kotim mengalami penurunan sebanyak 5 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan keberhasilan Pemkab Kotim dalam menjalankan program Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting (KP2S) di wilayah ini.
“Walaupun sempat jadi tertinggi, sekarang Kotim sudah mengalami penurunan angka stunting, bahkan menerima penghargaan dalam penanganan stunting ini,” kata Halikinnor, Kamis (2/9).
Pada tahun 2019 Kotim sempat ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai salah satu kabupaten lokus penanganan stunting dengan angka yang cukup tinggi, yakni 48,84 persen se-Kalimantan Tengah. Karena itulah pada tahun 2019 dan 2020 Pemkab Kotim menetapkan 10 desa sebagai prioritas dalam menjalankan program KP2S.
Hasilnya, berdasarkan prevalensi sebaran stunting di Kotim per 27 Agustus 2021 sebesar 22 persen, mengalami penurunan 5 persen dari 27 persen pada tahun Desember 2020. Keberhasilan ini lah yang membuat Kotim ditunjuk sebagai lokus percontohan penanganan stunting oleh pemerintah pusat maupun provinsi.
“Ini berkat langkah-langkah dan inovasi yang sudah dilakukan melalui sistem kerja sama dan rembuk, sehingga angka stunting Kotim mengalami penurunan” ujarnya.
Kendati demikian, tidak membuat Pemkab Kotim menurunkan kinerjanya dalam penanganan stunting. Sejumlah langkah telah disiapkan guna menekan angka stunting di Kotim. Salah satunya bekerja sama dengan pihak swasta, khususnya perusahaan perkebunan yang ada di desa lokus stunting agar dapat menjadikan desa tersebut dibawah binaan perusahaan dalam penanganan stunting.
Pemkab Kotim juga menambah desa yang menjadi lokus penanganan stunting, dari 10 desa menjadi 29 desa. Dimaksudkan agar penanganan stunting di Kotim bisa dilaksanakan secara merata dan bertahap.
“Harapan kami angka stunting ini terus menurun, makanya pada 2020 lalu disepakati lokus stunting dari 10 desa menjadi 29 desa pada periode 2021-2022, jadi ada tambahan 19 desa,” jelasnya. (KLIK-RED)