KLIK. SAMPIT— Berliana sekeluarga tetap merayakan ulang imlek meski di tengah agama mayoritas Islam di Desa Basirih, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Selasa (1/2).
“Pada tahun sebelumnya kami melakukan open house, sehingga tetangga bisa bertamu ke rumah. Tapi saat ini tidak, karena nenek kami yang baru saja meninggal dunia. Sehingga kami belum bisa open house, ” ujar pada wartawan klikkalteng.id
Ia menjelaskan bahwa merayakan imlek di tengah mayoritas masyarakat memeluk agama Islam menurutnya punya kesan tersendiri. Hal ini justru membuat dirinya lebih saling menghargai dengan adanya perbedaan.
“Biasanya tetangga banyak berkunjung ke rumah. Dari yang tua hingga anak-anak ramai. Padahal rumah mereka lumayan jauh untuk berkunjung ketempat kami” ucap mahasiswa yang menempuh pendidikan swasta di Kota Sampit ini.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya beserta keluarga besar melakukan ibadah imlek di salah satu vihara di Sampit, yakni Dharma Mula di Jalan Puti Busu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kota Sampit
“Kami melakukan ibadah ke Sampit, karena untuk di sini (Basirih Hilir) belum ada vihara,” ungkapnya mahasiswi semester V ini.
Ia mengharapkan Imlek di tahun 2022 yang merupakan tahun sio macan air, yang merupakan lambang raja binatang dalam budaya tiongkok ini memiliki kekuatan besar, berani serta mengusir kejahatan.
“Saya berharap di imlek tahun semoga bisa lebih baik di tahun sebelumnya dan jauhkan dari marabahaya,” tandasnya. (KLIK-RED)