KLIK.SAMPIT - Mahalnya liguefied petrolium gas (LPG) nonsubsidi di Kotawaringin Timur bisa berdampak negatif pada hal lainnya. Salah satunya memicu kelangkaan LPG bersubsidi atau LPG 3 kilogram hingga potensi penyelewengan.
Hal ini dikemukakan Anggota Fraksi Golongan Karya (Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Darmawati. Dia menyebutkan, dampak kenaikan harga LPG (Liquefied Petrolium Gas) nonsubsidi sangat tinggi tidak menutup kemungkinan membuat peralihan ke LPG bersubsidi.
Bahkan ujarnya, yang lebih parah dampak kenaikan LPG nonsubsidi ini bisa mempengaruhi harga-harga makanan di warung-warung yang juga akan meningkat.
“Dikhawatirkan, LPG 3 kilogram bakal menjadi langka dan tidak menutup kemungkinan harga-harga bahan lainnya ikutan naik,”kata Darmawati, Sabtu (26/3).
Lanjutnya, dampak dari kenaikan ini juga bisa saja berefek kepada kebutuhan lainnya. Darmawati juga khawatir kondisi ini juga akan membuat warga ekonomi menengah atau pun pengelola warung makan beralih ke LPG subsidi sehingga akan membuat kelangkaan.
"Apalagi kenaikan dua kali lipat dari harga sebelumnya. Kondisi ini tentunya membuat masalah baru di tengah ekonomi masyarakat yang masih perlahan- lahan merangkak naik di tengah pandemi Covid-19," tegasnya.
Kondisi ini membuka ruang LPG subsidi tabung 3 kilogram menjadi rebutan, bahkan potensi terjadi penyelewengan jika pengawasan dari pihak terkait lemah. (KLIK-RED/*)