Home Peristiwa Ada Korban Tenggelam, Pemandian Umum Pasir Panjang Ditutup Sementara

Ada Korban Tenggelam, Pemandian Umum Pasir Panjang Ditutup Sementara

  Redaksi   | Kamis , 04 Agustus 2022
f295bd79d45922fbe7280d92fd2d9118.jpg
Suasana kolam pemandian Pasir Panjang setelah ditutup sementara oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

KLIK.PANGKALAN BUN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), menutup akses masuk, serta melarang warga untuk memasuki kolam pemandian Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat. Hal ini pascatenggelamnya siswi (12 tahun) SDN 1 Pasir Panjang di kolam pemandian umum tersebut. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar langsung turun ke lapangan mengecek kelayakan kolam pemandian tersebut. 

Kepala BPBD Kobar, Syahruni melalui Kepala Kedaruratan dan Logistik Martogi menjelaskan, saat terjadinya peristiwa tidak ada warga yang melapor ke BPBD.

Namun demikian, pihaknya pun langsung ke lapangan untuk mengecek lokasi pemandian tersebut. 

"Ini untuk mengecek lokasi tempat terjadinya peristiwa yang merenggut korban jiwa," kata Martogi, Kamis (4/8).

Dijelaskannya, tempat itu bukan kolam renang yang dibuat oleh manusia melainkan sungai. Pihaknya pun meminta keterangan dari petugas di tempat tersebut. 

"Yang jelas tempat itu tidak layak di buka untuk umum. Jika tanpa adanya pengawasan," Martogi kepada awak media.

Ia juga menjelaskan, setelah dicek, dilokasi tersebut ada dua titik yang dalam yakni 1 meter lebih dan ada juga yang kedalaman setengah meter.

Untuk diketahui, korban bersama keluarganya datang ke lokasi sekitar pukul 14.00 dan pukul 17.00 terjadi peristiwa itu. Saat itu korban turun ke lokasi pemandian tanpa adanya pengawasan baik dari petugas maupun keluarga.

"Untuk sementara tempat ini ditutup dan kami belum mengetahui sampai kapan akan di buka kembali, yang jelas kami sudah minta pihak petugas agar mengawasi pengunjung terutama anak anak," ujar Martoqi. 

Sementara itu Kepala Desa Pasir Panjang, Tamel Otel menjelaskan, kolam pemandian itu sudah dua tahun ini. Kolam kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lamantuha Sejahtera. Setiap pengunjung ditarik karcis sebesar Rp 5.000. 

Tamel juga sangat menyesalkan adanya kejadian itu, dan diakui tidak ada pengawasan dari petugas. Sebab pada saat terjadinya peristiwa itu, korban pertama kali di temukan oleh seorang pedagang yang ada di sekitar areal kolam pemandian itu.

Pakde salah seorang pemilik warung di lokasi pemandian tersebut menjelaskan, awal ditemukan korban pada pukul 17.00 wib, dimana korban di temukan dalam posisi tengkurap dan berada di atas dua buah ban pelampung.

"Saat di angkat, korban masih sempat muntah kuning dan langsung di larikan ke rumah sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun," Ujar Pakde. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami