Home Pemerintah Kotawaringin Timur Bupati Kotim Bantu Perbaikan Darurat Dua Jembatan di MHS

Bupati Kotim Bantu Perbaikan Darurat Dua Jembatan di MHS

  Redaksi   | Sabtu , 20 Agustus 2022
2230d4ee58f28ebc82179896035581eb.jpg
Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor menyerahkan bantuan dana perbaikan darurat jembatan kepala desa, Sabtu (20/8).

KLIK.SAMPIT -  Bupati Kotawaringin Timur,  Halikinnor membantu perbaikan darurat dua jembatan kayu di Mentaya Hilir Selatan,  Sabtu (20/8).
Penanganan darurat ini perlu dilakukan sementara menunggu dianggarkan pada tahun 2023 untuk perbaikan permanennya.
Hal ini dilakukan Halikinnor saat dironya bersama Sekretariat Daerah Kotim,  Fajrurrahman, meninjau langsung kondisi dua jembatan penghubung antardesa itu yakni Jembatan Sungai Jejangkit Desa Jaya Kelapa dan jembatan Basirih Hulu. 
"Ini perlu diatasi segera,  karena berdasarkan pengakuan warga sudah sering warga terjatuh,"  ucap Halikinnor. 
Melihat kondisi jembatan kayu yang rusak cukup parah tersebut,  Halikinnor langsung memberikan dana bantuan Rp 20 juta setiap jembatan yang diserahkan ke kepla desanya. 
"Daya minta nanti saat perbaikan agar warga desa membantu,"  imbau orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kotawaringin Timur ini. 
Bantuan ini untuk penanganan darurat, agar tidak ada warga yamg menjadi korban dua jembatan yang nyaris patah dan berlubang tersebut. 
Halikinnor juga menginstruksikan agar Dinas Pekerjaan Umum Penataan Tuang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) yang saat itu diwakili Keoala Bidang Bina Marga,  Mentana,  untuk memprioritaskan pembangunan dua jembatan itu. 
"Kami akan menganggarkan dua jembatan itu di tahun 2023. Supaya bisa dilelang duluan,  karena ini kerusakannya parah,"  tambahnya. 
Sementara itu kepala desa yang menerima bantuan perbaikan darurat jembatan, berterimakasih atas perhatian bupati terhadap kondisi jembatan yang merupakan akses vital masyarakat tersebut. 
Pihak desa berharap agar jembatanan biaa dibangun permanen dan lebih bagus. Sehingga tak terjadi kerusakan yang membahayakan masyarakat. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami