Home Pemerintah Kotawaringin Timur Ketinggian Air di Desa Hanjalipan Capai 2 Meter, Warga Dipersiapkan Mengungsi

Ketinggian Air di Desa Hanjalipan Capai 2 Meter, Warga Dipersiapkan Mengungsi

  Redaksi   | Sabtu , 10 September 2022
5dd3399221035a5aa0e7420b69245c62.jpg
Wakil Bupati Kotim, Irawati, didampingi Kepala Harian BPBD Kotim, Rihel, dan Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, saat memantau banjir di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (10/9).

KLIK. SAMPIT - Banjir di Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, belum menunjukkan adanya penurunan. Bahkan, kini banjir telah mencapai 2 meter. Warga setempat pun bersiap mengungsi. 

"Ketinggian air saat ini sekitar 2 meter. Kenaikan air secara bertahap sejak Senin (5/9) lalu mulai dari 50 sentimeter, 1 meter hingga 2 meter," kata Kepala Desa Hanjalipan, Sarpansyah, Sabtu (10/9).

Pemerintah Desa Hanjalipan Kecamatan Kota Besi (Kobes) pun telah menyiapkan tempat pengungsian bagi warganya. Itu untuk mengantisipasi jika air yang merendam desa itu semakin tinggi. 

Sementara itu, air diperkirakan akan bertambah tinggi karena di daerah hulu yaitu seperti Kecamatan Bukit Santuai, Tualan Hulu, Antang Kalang masih terjadi banjir. Karena, banjir di Hanjalipan selain akibat dari luapan sungai juga banjir kiriman dari Hulu tersebut. 

"Kalau memang sudah air bertambah tinggi dari ini dan tidak bisa untuk bertahan di rumah terpaksa kami ungsikan. Kami sudah menyiapkan tempat di seberang ke dataran yang lebih tinggi. Itu untuk mengantisipasi jika memang air semakin tinggi," sebutnya. 

Disebutnya, hampir seluruhnya warga di desa tersebut terdampak banjir. Sedangkan jumlah rumah yang terdampak yaitu sebanyak 125 rumah yang terdampak banjir di wilayah itu dengan jumlah 440 KK atau 1.742 jiwa.   

Namun sejauh ini meski ketinggian air 2 meter, belum ada warga yang mengungsi dan bertahan di kediaman masing-masing. Mereka menggunakan panggung atau membuat lantai yang tinggi di dalam rumah, untuk mereka beristirahat sembari menunggu air surut. 

"Sekarang kami hanya memberikan arahan kepada masyarakat untuk antisipasi penyakit yang menyerang dan lebih hati-hati menjaga anak kecil karena air cukup tinggi," tutupnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami