KLIK. SAMPIT - Potensi kebakaran di Pulau Kalimantan, khususnya di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, terus meningkat.
Bahkan satelit mendeteksi telah terjadi puluhan titik panas, di kabupaten tersebut, Selasa (8/8).
Data yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi H Asan Sampit menunjukkan terdapat 24 titik panas di Kotawaringin Timur.
"Kotim ada 24 titik panas, dan Kabupaten Seruyan juga ada 24 titik panas," terang Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Musuhanaya, Rabu (9/8).
Masyaraka pun diimbau waspada dengan adanya kebakaran lahan di daerah itu. Apalagi statusnya kini berstatus sangat mudah terbakar.
"Ditinjau dari analisa parameter cuaca di Kalimantan Tengah berstatus sangat mudah terbakar," katanya.
Adapun titik panas di Kotawaringin Timur tersebar di sejumlah kecamatan. Namun yang terbanyak adalah di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan yakni sebanyak 20 titik panas. Selanjutnya Kecamatan Teluk Sampit, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan Mentaya Hulu, dan Kecamatan Tualan Hulu masing-masing 1 titik panas.
Sementara itu, potensi hujan berdasarkan pertumbuhan awan, secara keseluruhan tidak ada pertumbuhan awan signifikan di Kotawaringin Timur.
"Namun berdasarkan Europian Centre for Medium-Range Weather Forecast cuaca berpotensi berawan hingga hujan ringan," imbuhnya.
Gelala-gejala cuaca dan analisa dari BMKG ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat. Sehingga tidak membakar lahan sembarangan. Serta, menjadikan bahan pertimbangan dari pemerintah dalam membuat kebijakan.
Seperti diketahui, dalam beberapa pekan terakhir curah hujan terus melanda Kota Sampit. Warga resah hal ini akan mengakibatkan bencana asap. Seperti yang pernah terjadi tahun-tahun sebelumya. (KLIK-RED)