Home Berita Metropolis Jalan Lingkar Selatan Rusak Parah, Bakal Jadi Permasalahan Kompleks

Jalan Lingkar Selatan Rusak Parah, Bakal Jadi Permasalahan Kompleks

  Sugianto   | Minggu , 03 Maret 2024
5d8d4a0b250b54593268007c213407cc.jpg
Tampak Jalan Lingkar Selatan rusak parah, dengan lubang besar membentuk kubangan.

KLIK.SAMPIT- Jalan Mohammad Hatta atau Lingkar Selatan sudah semakin membahayakan bagi masyarakat. Bahkan jalan yang disiapkan bagi kendaraan bertonase berat itu kini dipenuhi dengan kubangan. 

Kondisi Jalan Lingkar Se atan demikian menjadi sorotan dari berbagai kalangan mulai dari aktivis pemuda diKotawaringin Timur hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotim.

Aktivis Kotim Mohammad Kumaidi menilai, kerusakan jalan tersebut sudah sangat parah dan membahayakan bagi masyarakat. Namun pemerintah terkesan membiarkan.

"Jalan Lingkar Selatan itu sudah sangat rusak parah dan bahaya bagi masyarakat, pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap Jalan ini," ujar Kumaidi, Sabtu (2/3).

Dia mengatakan jalan tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat Kota Sampit. Namun sekarang dengan kondisi jalan yang rusak sehingga para pengendara seperti sepeda motor sudah tidak bisa lagi melewati jalan tersebut.

"Pengendaea sepeda motor kadang-kadang sudah tidak berani lagi lewat situ karena lobangnya sangat besar. Apalagi ketika musim hujan itu sudah seperti kolam dan susah dilewati," ucap pria yang akrab disapa Kumai.

Lanjut dia, akibat kondisi jalan yang rusak tersebut juga berdampak pada jalan lainnya. Sebab sopir truk dan kendaraan besar lainnya harus melewati jalan dalam kota seperti Jalan Jendral Sudirman, Jalan Pramuka, Jalan Kaptem Mulyono, dan jalan-jalan dalam kota lainnya. 

"Kasihan pengendara baik motor, mobil bahkan truk yang melintas karena Jalan Lingkar Selatan sudah rusak Parah dan tentu berdampak pada jalan lainnya. Karena kadang-kadang mereka harus melewati jalan dalam kota Sampit. Inikan berdampak pada jalan yg bagus akhirnya juga ikut rusak kalau dibiarkan," ungkap Kumai.

Selain itu, dia juga menilai selama tidak adanya perbaikan jalan tersebut maka daerah ini susah untuk maju dan perekonomian juga akan mengalami kemunduran.

Menurut dia sudah saatnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah kabupaten setempat dalam hal ini menyelesaikan amanahnya untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Saya berharap kepada pemerintah baik itu Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Kabupaten Kotim, untuk segera memperbaikinya. Jangan seperti melakukan pembiaran, masyarakat yang kena dampaknya. Kalau memang tidak ada anggaran yang tersedia misalkan dengan cara patungan dengan pihak-pihak terkait seperti perusahaan dan lainnya," imbuhnya 

Sementara anggota DPRD Kotim, Pardamean Gultom, mengaku nyaris bosan berjuang menyuarakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan. Sebab, aspirasi masyarakat beberapa tahun terakhir nyaris tidak pernah direspons secara konkret oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. 

"Sudah bosan urusan bolak-balik ke provinsi untuk menyampaikan kondisi jalan lingkar selatan yang menjadi tanggung jawab provinsi. Toh tidak pernah ada perhatian dan keberpihakan anggaran juga untuk itu," kata Gultom, Sabtu (2/3).

Dia membeberkan, pihaknya telah menyampaikan ke dinas terkait yang membidangi untuk tidak berharap banyak lagi ke provinsi membiayai perbaikan jalan tersebut. 

"Saya sampaikan supaya mencari alternatif lain, salah satunya pola konsorsium, karena terlalu sulit menunggu anggaran dari provinsi," ujarnya.

Menurut dia rata-rata truk bermuatan semuanya melintas di Kota Sampit. Untuk ruas Jalqn Kapten Mulyono, Jalan Pelita, hingga Jalan HM Arsyad hanya tinggal menunggu hitungan bulan dan akan kembali rusak parah seperti sebelumnya. 

"Jalan itu paling lama bertahan sampai pertengahan tahun ini akan rusak, karena yang melintas di atasnya melebihi batas kemampuan jalan," kata Gultom.

Lanjutnya, angkutan truk tidak bisa disalahkan sepenuhnya melintasi jalanan kota, karena kondisi jalan lingkar selatan memang tidak memungkinkan dilintasi truk bermuatan. 

"Artinya, pemkab harus bergerak cepat membangun jalan lingkar sebelum uang puluhan miliar APBD nanti harus dikucurkan lagi untuk perbaikan ruas jalan yang rusak karena dilewati angkutan perusahaan itu,” katanya.

Dirinya juga menambahkan permasalahan yang ada di Kotim ini terlalu kompleks sehingga dapat disimpulkan bahwa Kotim kalau dilihat dari segi politik seakan-akan menjadi wajah lain dari Provinsi Kalteng dari segi Infrastruktur dan pembangunan.

"Disparitas pembangunan di Kotim ini terlalu menonjol sehingga Kotim bisa dikatakan merupakan wajah lain dari Provinsi Kalteng" tutupnya. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami