KLIK.SAMPIT- Puluhan Mahasiswa Universitas Darwan Ali Sampit, menggelar aksi solidaritas terkait insiden yang terjadi di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan yang telah merenggut satu nyawa warga.
Aksi solidaritas ini digelar di Jalan MT Haryono- HM Arsyad, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Sabtu sore (14/10).
"Aksi ini sebagai pernyataan sikap mahasiswa terhadap peristiwa bentrok yang terjadi di Desa Bangkal, Seruyan," kata Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas, Adjie Putra Aditya, Sabtu (15/10).
Adjie menyebut, selain aksi solidaritas ini mereka juga melakukan penggalangan donasi dan ini bertujuan untuk membantu korban meninggal dunia maupun korban luka yang telah tertembak peristiwa konflik agraria di Desa Bangkal tersebut.
"Hasil donasi ini terkumpul sebanyak Rp 2.100.000, dan rencananya akan kami serahkan langsung ke Desa Bangkal," ujarnya.
Adjie juga menyampaikan tujuh tuntutan pada aksi solidaritas tersebut. diantaranya.
"Pertama, kami mendukung perjuangan atas keadilan mendukung perjuangan atas keadilan agraria masyarakat Desa Bangkal. Kedua mendesak pemerintah untuk mencabut izin perusahaan sebagai sumber konflik. Ketiga menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Kalteng dan Kapolres Seruyan atas peristiwa penembakan yang terjadi di Desa Bangkal," kata Adjie.
Selanjutnya, mereka juga menuntut Pemprov Kalteng untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Desa Bangkal.
Sementara, tuntutan kelima, yakni agar Presiden RI dan Kapolri menghukum polisi yang melakukan penembakan secara transparan. Keenam, mereka menuntut pengembalian atas hak atas tanah, air, dan udara kepada mnasyarakat adat dan tanah air yang telah dirampas dan dirusak oleh PBS industri kelapa sawit.
"Yang terakhir, menuntut Komnas HAM dan Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk terjun langsung ke Desa Bangkal dan melakukan investigasi terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan PT HMBPI dan aparat keamanan dalam menyelesaikan konflik agraria di desa Bangkal," tegas Adjie. (KLIK-RED)