Home Berita Metropolis Psikologi Pasar Turut Kerek Harga Sembako Jelang Ramadan

Psikologi Pasar Turut Kerek Harga Sembako Jelang Ramadan

  Sugianto   | Kamis , 07 Maret 2024
cbe3ef76ea92d6048d0f6de6a8536066.jpg
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kotim Zulhaidir.

KLIK.SAMPIT- Kenaikan sejumlah harga barang kebutuhan pokok khususnya menjelang Ramadan beberapa pekan terakhir terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, diyakini disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya faktor cuaca atau dampak perubahan iklim dan juga adanya psikologi pasar.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kotawaringin Timur, Zulhaidir mengatakan kenaikan sejumlah harga bahan kebutuhan pokok memang kerap terjadi ketika menjelang Ramadan.

Menurut Zulhaidir kenaikan tersebut diakibatkan faktor cuaca. Misalnya harga beras yang melambung tinggi di pasaran saat ini ada petani yang gagal panen sebabkan musim hujan bahkan banjir yang terjadi baik di daerah maupun luar daerah sehingga menghambat pasokan beras.

"Faktor cuaca, musim hujan bahkan bencana banjir ini lah yang mengakibatkan harga barang seperti beras masih bergejolak naik turun, naik turun," ujarnya.

Adapun kisaran harga beras di Kotim saat ini, Beras dengan kualitas terendah dibandrol Rp16 ribu per kilogram. Beras kualitas medium Rp17 ribu per kilogram. Sedangkan untuk beras kualitas premium mencapai angka Rp30 ribu per kilogram.

Di sisi lain, menurut Zulhaidir kenaikan sejumlah barang ini juga terjadi adanya tren memasuki bulan suci Ramadan. Misalnya harga daging ayam potong yang saat ini juga mulai merangkak naik.

"Biasanya kalau jelangb Ramadan itu masyarakat melakukan pembelian secara meningkat namun stok barang di pasar kurang, makanya pasar ada tren kenaikan harga," ungkapnya.

Menurut Zulhaidir pihaknya terus berupaya untuk memperlancar pasokan barang itu. Pihaknya juga mengimbau kepada distributor agar tidak menaikan harga yang sangat signifikan. 

Zulhaidir mengakui setiap tahunnya harga bapok di daerah ini kerap kali mengalami kenaikan harga, apalagi saat menjelang Ramadan.

"Memang setiap tahun menjelang Ramadan kenaikan harga kerap terjadi, namun tahun ini harga beras yang sangat melonjak tinggi hingga selisih sekian ribu rupiah. Biasanya itu tiap kenaikan harga paling selisih berapa ratus rupiah," bebernya.

Untuk itu menurut Zulhaidir, pihaknya akan berupaya menormalkan sejumlah bapok yang mengalami kenaikan harga ini. Pihaknya juga gencar menggelar operasi pasar

"Kami akan upayakan untuk menormalisasi harga lagi balik keharga standar. Kita akan rutin menggelar operasi pasar baik itu pasar penyeimbang maupun pasar murah," tandasnya.  (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami