KLIK.SAMPIT- Akhirnya sejumlah lampu lalu lintas yang tidak beroperasi karena rusak di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, waras lagi alias sudah aktif kembali.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Perhubungan setempat mulai mengaktifkan lampu lalu lintas yang sempat mati beberapa bulan lalu. Hal ini dilakukan untuk kelancaran para pemudik menjelang lebaran.
Salah satunya di perempatan Jalan RA Kartini- Jalan S Parman sudah aktif kembali setelah berbulan-bulan sempat mati.
"Alhamdulillah lampu traffic light perempatan RA Kartini-S Parman telah berfungsi dimana beberapa waktu tidak berfungsi," ucap Kepala Dinas Perhubungan Kotim Suparmadi, Kamis (4/4).
Menurutnya, tidak berfungsinya lampu lalu lintas di sejumlah kawasan Kota Sampit beberapa lalu Karena ada kerusakan cukup berat. Namun pihaknya berupaya untuk memelihara dan memungsikan semua lampu lintas tersebut terlebih menjelang lebaran.
Dengan berfungsi lampu lintas tersebut pihaknya berharap ini dapat membantu kelancaran dalam berlalu lintas para pengendara terlebih menjelang lebaran ini.
"Mudahan-mudahan ini untuk kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat baik bagi pengguna kendaraan bermotor maupun mobil pada saat bepergian terlebih jelang lebaran ini," terangnya.
Selain itu, ia membeberkan terkait pengamanan arus mudik dan arus balik, pihaknya akan berkolaborasi dengan Satlantas dan Satpol PP Kotim.
"Nantinya petugas kami berkolaborasi dengan Satlantas dan Satpol PP Kotim ditempatkan sesuai pos yang akan disebar beberapa titik di Kota Sampit," bebernya.
Berdasarkan pantauan klikkalteng.id tidak hanya di perempatan RA Kartini-S Parman yang sudah aktif, namun sejumlah lampu lalu lintas lainnya seperti di Jalan Tjilik Riwut perempatan Pemuda-Pramuka, perempatan KFC Jalan Kapten Mulyono-MT Haryono. Semuanya telah difungsikan. Pun demikian dengan lampu isyarat dan Simpang 3 Perpustakaan Daerah Kotim Jalan A.Yani juga mulai di fungsikan.
Ia pun mengimbau kepada warga yang melakukan mudik agar selalu berhati-hati saat berkendara.
"Utamakan keselamatan, jangan ngebut, tetap fokus karena keselamatan lebih utama dari pada kecepatan," demikian Suparmadi. (KLIK-RED)