KLIK.SAMPIT- Sejumlah warga Desa Pundu, Kecamata Cempaga Hulu melaporkan tidak tersedianya makanan tambahan baik dari Pusat Kesehatan Masyarakat maupun Pos Pelayanan Terpadu di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati pum mengimbau kepada tenaga kesehatan dan Kader Posyandu Desa Pundu agar berkoordinasi dengan kepala desa setempat dalam hal Pemberi Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan anak berumur di bawah 5 tahun.
"Saya atas nama pemerintah daerah mengimbau Nakes dan Kader Posyandu agar selalu berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat dalam kegiatan Pemberian makanan tambahan ibu hamil," ucap Irawati, saat berkunjung di Puskesmas Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Selasa (2/7)..
Irawati mengatakan untuk wilayah tersebut sudah tidak diaktifkan lagi kegiatan PMT tersebut. Sementara menurut orang nomor 2 di Pemkab Kotim ini kebutuhan tersebut wajib dipenuhi. Ia juga mengakui ada menerima sejumlah keluhan warga di wilayah itu yang persediaan makanan buat balita dan ibu hamil belum tersedia.
"Ada keluhan di Desa Pundu, persediaan makanan buat balita dan ibu hamil belum tersedia lagi saat ini. Itu merupakan tanggung jawab kepala desa melalui Posyandu yang sudah dianggarkan," ujarnya.
Ia menerangkan, anggaran desa diperuntukan untuk posyandu dan kegiatan lainnya sekitar Rp 200 juta. Dimana anggaran ini sudah termasuk kegiatan PMT dan gaji para Kader di wilayah setempat.
"Jadi bukan ranahnya Dinkes. Namun Dinkes hanya bantu fasilitasi kegiatannya saja. Olehnya itu saya fekankan jangan sampai kebutuhan dasar seperti susu yg menjadi tangungng jawab bersama tidak terpenuhi," terangnya.
Irawati menambahkan, dengan adanya kegiatan-kegiatan PMT seperti ini semoga risiko kurang gizi atau stunting bagi balita maupun pada ibu hamil bisa teratasi.
"Kita semua juga tahu kegiatan ini salah satu prioritas untuk menekan angka stunting. Jadi harus dirutinkan," tandas Irawati. (KLIK-RED)