KLIK.SAMPIT- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kotawaringin Timur, menerima seekor lutung abu-abu atau hirangan dari petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Disdamkarmat) setempat.
Adapun seekor lutung ini diduga tersesat saat mencari makan, di Jalan Hasan Mansyur, Kelurahan Baamang, Kecamatan Baamang.
"Kami menerima penyerahan seekor lutung abu-abu atau hirangan dari pihak Damkar Kotim," ucap Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Minggu (21/7).
Muriansyah menjelaskan kronologi, Minggu (21/7) sekitar pukul 11.30, Disdamkarmat Kotim mendapat informasi yang disampaikan oleh pihak pelapor bahwa ada seekor Lutung di lokasi tersebut dengan kondisi lutung tergeletak di tepi jalan.
Selanjutnya, setelah menerima informasi dan memvalidasi laporan tersebut, petugas langsung menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, petugas menanyakan kepada pelapor keberadaan lutung tersebut dan diarahkan ke poskamling depan rumah pelapor. Petugaspun langsung mengevakuasi lutung yang dalam keadaan lemas karena diduga kuat tersengat listrik tegangan tinggi.
"Akhirnya Petugas berhasil mengevakuasi lutung tersebut dan membawanya ke Mako Damkar," terangnya.
Muriansyah melanjutkan, sekitar pukul 13.00, pihak BKSDA menerima laporan tentang rescue satu ekor Lutung tersebut dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Damkarmat Wim RK Benung.
"Setelah membuat berita acara serah terima satwa dan menyiapkan peralatan, kami langsung menuju Mako Damkar," ungkapnya.
Adapun menurut Muri, dari pengamatan petugas kondisi lutung ini mengalami luka bakar ringan di bagian tangan kanan dan paha sebelah kiri. Saat di beri buah, lutungnya mau makan. Sementara itu areal ditemukannya lutung merupakan areal pemukiman dan ada sedikit semak bekukar.
Dirinya menambahkan, setelah menerima hewan tersebut, Sekitar pukul 14.00, pihak BKSDA dengan ditemani anggota Komunitas Reptil Sampit, melakukan giat pelepasliaran di areal hutan tepi Sungai Mentaya, masuk sungai kecil di Wilayah Desa Mentaya seberang, Kecamatan Seranau, dan areal tersebut merupakan habitat lutung.
"Karena kondisi lutungnya tidak terdapat luka yang parah, mau makan, ada habitat lutung di Kecamatan Seranau. Selain itu lutung makin lama dikandang, bisa makin stres akhirnya kami putuskan untuk dilepasliarkan," demikian Muriansyah. (KLIK-RED)