KLIK.SAMPIT - Warga Komplek Perumahan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan kaget luar biasa. Bagaimana tidak, seekor king kobra sepanjang tiga meter masuk ke rumah salah seorang warga dan bersembunyi di kamar mandinya, Senin (19/8).
Ular berbisa mematikan tersebut diketahui masuk ke rumah warga dan masuk ke kamar mandi, hingga membuat penghuni rumah ketakutan dan segera menghubungi petugas dinas pemadam kebakaran tempatm.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Wim Reinhard Kaluwa Benung menuturkan, pihaknya menerima laporan dari warga bernama Nur Aisah yang tinggal di Komplek Perumahan Wengga Metropolitan.
"Kami menerima laporan adanya seekor ular yang masuk ke rumahnya. Pelapor mengatakan bahwa ia melihat ular kobra di kamar mandi kediamannya," ucap Wim, Senin (19/8).
Mendapati laporan tersebut, petugas langsung melakukan persiapan dan memeriksa peralatan yang dibutuhkan untuk menuju lokasi. Dengan sigap, mereka segera berangkat menuju lokasi untuk proses evakuasi ular tersebut.
"Setiba di lokasi, petugas meminta izin kepada pelapor untuk melakukan proses evakuasi ular tersebut," ujar Wim.
Dalam proses penangkapan ular king kobra ini, petugas langsung menuju kamar mandi yang dimaksud, dan setelah kurang lebih 12 menit, ular berhasil dievakuasi.
"Kurang lebih 12 menit, kami berhasil menangkap ular kobra ini. Ular tersebut kemudian kami pindahkan ke dalam kotak penyimpanan sementara, dan operasi dinyatakan selesai," tutup Wim.
Terkait dengan dugaan penyebab masuknya ular tersebut ke rumah warga, petugas belum mengetahui alasan pastinya.
Sementara itu, Krpala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah mengatakan bahwa masyarakat diimbau untuk waspada terhadap ancaman satwa liar, terutama saat musim kemarau. Satwa-satwa seperti beruang madu, orangutan, ular, dan biawak cenderung keluar dari hutan dan memasuki areal kebun, ladang, bahkan permukiman.
"Masyarakat harus waspada saat musim kemarau karena satwa liar bisa saja masuk ke permukiman warga," ucapnya.
Selain itu, Muriansyah juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan satwa liar.
"Apabila warga melihat satwa liar berkeliaran di sekitar, segera laporkan kepada petugas BKSDA, petugas Damkar, aparat desa, atau aparat kepolisian/TNI. Jangan berusaha menangkap atau membunuh satwa tersebut karena sangat berbahaya," tandas Muriansyah. (KLIK-RED)