KLIK.SAMPIT—Dengan musim kemarau yang sedang melanda, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) H Asan Sampit memperingatkan bahwa seluruh wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) menghadapi risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 12-13 September 2024.
Rahmat Wahidin Abdi, prakirawan BMKG Kotim, mengungkapkan kekhawatiran atas potensi kebakaran yang sangat tinggi saat ini.
"Hari ini dan besok merupakan periode kritis untuk kebakaran. Kami akan terus memperbarui informasi jika ada perubahan signifikan dalam cuaca," ujar Rahmat, Kamis (12/9).
Menurutnya, kondisi cuaca yang didominasi cerah berawan tanpa hujan memicu peningkatan risiko kebakaran.
"Jika peta menunjukkan warna merah, itu berarti area tersebut sangat rawan terbakar. Ini adalah tanda bahaya bagi kita semua," tambahnya.
Kabupaten Kotim, yang terdiri dari 17 kecamatan, meliputi daerah seperti Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, dan lainnya, kini berada dalam ancaman kebakaran yang merata di seluruh wilayah.
"Berdasarkan Peta Tingkat Kemudahan Terbakar, risiko kebakaran tersebar merata di seluruh Kotim. Ini adalah situasi yang serius dan perlu perhatian ekstra," jelasnya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk menghindari pembakaran lahan guna mencegah kebakaran yang meluas. Asap dari pembakaran lahan dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan mempengaruhi jarak pandang, terutama bagi pengguna transportasi.
"Kesadaran masyarakat sangat penting. Kami mengimbau agar tidak melakukan pembakaran lahan, demi keselamatan bersama," tegasnya. (KLIK.RED)