KLIK.SAMPIT – Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan signifikan titik panas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Berdasarkan rekapitulasi data dari satelit, terdeteksi sebanyak 26 titik panas yang tersebar di beberapa kecamatan.
Data yang dirilis oleh BMKG menunjukkan, Kecamatan Bukit Santuai dan Telaga Antang menjadi daerah yang paling banyak terdapat titik panas dengan total masing-masing 13 dan 10 titik. Sedangkan, Kecamatan Tualan Hulu dan Antang Kalang terpantau memiliki 2 titik panas. Sebagian besar titik panas terdeteksi di daerah seperti Tumbang Payang, Tumbang Kania, dan Tewai Hara, yang menjadi wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mencatat bahwa semua titik panas yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi, dengan sebagian besar berpotensi besar disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Satelit SNPP dan NOAA20 mengidentifikasi titik panas ini pada koordinat lintang -1,46868 hingga -1,81512, dengan bujur 112,26308 hingga 112,55088.
Menurut peta persebaran yang dirilis BMKG, daerah-daerah tersebut berada di wilayah barat dan tengah Kabupaten Kotawaringin Timur, yang telah lama dikenal sebagai area rawan kebakaran hutan akibat aktivitas land clearing atau pembukaan lahan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, dalam keterangan terpisah, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran hutan.
Selain itu, BMKG juga menghimbau agar masyarakat setempat menghindari aktivitas pembakaran lahan terutama di saat musim kemarau yang masih berlangsung. Pemerintah daerah dan instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif dan bersiap untuk melakukan tindakan cepat guna mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih luas.
Data rekapitulasi ini dapat diakses secara real-time melalui situs BMKG, dengan pembaruan data titik panas setiap 24 jam. Hingga berita ini ditulis, langkah-langkah pencegahan telah diperketat di beberapa kecamatan yang paling banyak terdapat titik panas.
Dengan adanya informasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan yang lebih besar.
Prakiraan Hujan Ringan hingga Sedang untuk Wilayah Kotawaringin Timur
Di sisi lain, berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur, wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur diprediksi akan mengalami hujan ringan hingga sedang dalam 24 jam ke depan. Prakiraan ini berlaku dari Minggu (22/8) pukul 07.00 WIB hingga Senin (23/9) pukul 07.00 WIB.
Data prakiraan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotawaringin Timur, berpotensi menerima curah hujan berkisar antara 1-20 mm per hari, dengan intensitas hujan ringan hingga sedang. Daerah yang diperkirakan akan menerima curah hujan lebih tinggi terletak di bagian tengah dan selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, yang juga menjadi titik utama pantauan titik panas.
Peningkatan curah hujan ini diharapkan dapat membantu menurunkan potensi kebakaran hutan dan lahan yang saat ini terpantau di beberapa wilayah di Kotawaringin Timur. Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau agar masyarakat waspada terhadap potensi genangan air di beberapa titik yang rawan banjir.
Prakiraan ini dihasilkan dari model prediksi cuaca numerik BMKG yang menggunakan data terbaru pada 21 September 2024 pukul 12.00 UTC. Kondisi cuaca akan terus dipantau dan diperbarui secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi BMKG guna mempersiapkan diri terhadap perubahan kondisi cuaca. (KLIK-RED)