KLIK.SAMPIT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap menghadapi potensi bencana banjir di sebagian wilayah setempat.
"Kami bersiap menghadapi ancaman bencana banjir. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa wilayah mengalami banjir," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, Kamis (10/10).
Pernyataan ini disampaikannya saat menggelar rapat koordinasi dengan stakeholder terkait di Ruang Pusdalops BPBD Kotim.
Multazam menerangkan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit, cuaca hujan diprediksi akan melanda wilayah Kotim. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya bencana banjir di sejumlah daerah.
"Kami berharap dengan peringatan dini dari BMKG, kita bisa lebih berhati-hati terhadap ancaman hujan dengan skala besar," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ancaman banjir terlihat dari informasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II. BWS telah mendeteksi ketinggian air menggunakan alat sensor di wilayah utara Kotim, khususnya di Kecamatan Kuayan, dan wilayah selatan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan.
"Untuk Kecamatan Kuayan, statusnya sudah 'awas'. Permukaan air berada di angka 7,79 meter, melebihi ambang batas banjir yang seharusnya 6,69 meter," ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga memantau kondisi melalui website data WBS. Hasilnya menunjukkan bahwa air di Kuala Kuayan tidak mengalami kenaikan atau penurunan signifikan.
"Di Kuayan, airnya tinggi, sedangkan di Samuda lebih rendah. Kami mendapatkan laporan bahwa di sana tidak hujan, tetapi banjir tetap terjadi akibat aliran sungai," terangnya.
Multazam menekankan bahwa dalam menghadapi situasi kebencanaan ini, penanganan ekstra diperlukan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengamankan harta benda mereka.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menyelamatkan harta benda dengan meletakkannya di tempat yang aman, seperti di lantai dua atau rumah keluarga yang lebih tinggi," tandasnya. (KLIK-RED)