Home Peristiwa Pascaserangan Buaya di Desa Parebok, BKSDA Gencar Pasang Spanduk Imbauan di Lokasi Rawan

Pascaserangan Buaya di Desa Parebok, BKSDA Gencar Pasang Spanduk Imbauan di Lokasi Rawan

  Sugianto   | Kamis , 31 Oktober 2024
438b376be3e2882668f8eff5452e1199.jpg
Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah turun tangan memasang papan peringatan keberadaan buaya di Kecamatan Teluk Sampit, Rabu (30/10).

KLIK.SAMPIT - Pascaserangan buaya di perairan Desa Parebok, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) gencar memasang spanduk imbauan dan peringatan agar warga lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar lokasi tersebut, Rabu (30/10).

"Ini merupakan tindak lanjut dari insiden serangan buaya yang menewaskan seorang warga di Desa Parebok. Kami berharap tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang," ungkap Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Kamis (31/10).

Menurut Muriansyah, sebanyak lima spanduk imbauan dipasang di titik-titik rawan, termasuk di Pelabuhan Penyeberangan Desa Mekarti Jaya, Sungai Sapihan di depan SMAN 1 Samuda, Sungai Handil Sohor, dan Sungai Parebok.

Selain pemasangan spanduk, pihaknya juga mengunjungi rumah-rumah warga untuk memberikan pemahaman terkait bahaya buaya dan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.

"Kami memberikan arahan kepada warga agar selalu waspada saat beraktivitas di sungai. Semoga masyarakat lebih berhati-hati dan terhindar dari serangan hewan berbahaya ini," tambah Muriansyah.

Serangan buaya yang terjadi di Desa Parebok menimpa seorang warga bernama Badaruzaman (52). Buaya muara sepanjang empat meter tersebut ditangkap warga setempat untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami