KLIK.SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar ujian seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berlangsung dari Rabu (6/11) hingga (14/11). Meskipun penerimaan CPNS ini diharapkan dapat menambah jumlah pegawai di lingkungan Pemkab Kotim, jumlah formasi yang disediakan masih belum mampu menutupi kekurangan yang ada akibat banyaknya pegawai yang pensiun setiap tahunnya.
"Saat kita bandingkan dengan jumlah pegawai yang pensiun setiap tahun, penerimaan CPNS memang tidak sebanding. Banyak posisi di OPD yang kosong. Untuk itu, kekurangan ini kita tutupi melalui pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)," ujar Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Sanggul Lumban Gaol, Rabu (7/11).
Sebanyak 2.574 peserta mengikuti seleksi ini untuk memperebutkan 255 formasi, terdiri dari 50 formasi tenaga kesehatan dan 205 tenaga teknis. Sanggul mengungkapkan bahwa Pemkab Kotim sebelumnya telah mengajukan kebutuhan formasi PNS yang jauh lebih besar, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan, namun alokasi dari pemerintah pusat hanya sebanyak 255 formasi.
"Kami sebenarnya mengajukan lebih dari 255 formasi, bahkan ribuan, terutama untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan yang sangat dibutuhkan. Ketidakseimbangan ini masih menjadi tantangan besar bagi kami," ungkapnya.
Sebagai solusi, pemerintah pusat mendorong pengangkatan PPPK untuk mengisi posisi yang kosong. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pegawai, terutama jika pegawai kontrak tidak lagi diperpanjang dalam jangka panjang.
"Pengangkatan PPPK menjadi opsi yang kita gunakan untuk menutup kekurangan pegawai. Jika nanti pegawai kontrak tidak diperbolehkan lagi, posisi tersebut harus diisi oleh PPPK," tambahnya.
Pemkab Kotim berharap kekurangan pegawai ini dapat diatasi secara bertahap melalui rekrutmen PPPK. Namun, mereka tetap berharap agar alokasi formasi CPNS dapat ditingkatkan di tahun-tahun mendatang agar kebutuhan tenaga kerja di Kotim dapat terpenuhi. (KLIK-RED)