KLIK.SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga cuaca ekstrem selama tiga hari ke depan.
Kategori hujan sedang hingga cuaca ekstrem dengan intensitas hujan deras disertai guntur dan petir diprediksi akan terjadi mulai 18 hingga 20 November dan merata di seluruh wilayah Kotawaringin Timur (Kotim).
"Iya, dari hasil model cuaca, diprakirakan untuk tiga hari ke depan masih berpotensi hujan sedang, bahkan hujan lebat di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur," ujar prakirawan BMKG H Asan Sampit, M. Inggit Rizki, saat dikonfirmasi, Senin (18/11).
Dirinya mengakui, saat ini model cuaca diprakirakan masih dalam kategori ringan hingga sedang, namun tetap ada potensi hujan lebat mengingat adanya perubahan atmosfer yang dinamis.
Dirinya juga menjelaskan bahwa fenomena yang terjadi saat ini adalah pertemuan angin (konvergensi) yang berpusat di Selat Karimata yang melewati wilayah Kotim, serta didukung kelembapan udara lapisan atas yang tinggi akibat monsun Asia, yang menambah massa udara pembentuk awan hujan.
"Sehingga ini menjadi pemicu cuaca di daerah kita, yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," terangnya.
Beberapa hari terakhir, beredar video yang menunjukkan kondisi banjir di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, saat sebuah hajatan, yang diduga akibat intensitas hujan yang cukup tinggi di wilayah utara Kotim.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan dan membersihkan lingkungan sekitar, seperti pohon yang sudah lapuk, saluran yang tersumbat, serta selalu mengikuti informasi terbaru dari media sosial pemerintah.
"Jika saluran tersumbat, maka potensi banjir akan mudah terjadi. Jadi, dengan informasi ini, masyarakat diharapkan lebih waspada," tandasnya. (KLIK-RED)