Home Peristiwa Sebagian Daratan Kotim Berstatus Sangat Mudah Terbakar, Kebakaran Lahan Masih Menghantui

Sebagian Daratan Kotim Berstatus Sangat Mudah Terbakar, Kebakaran Lahan Masih Menghantui

  Sugianto   | Senin , 19 Agustus 2024
63f2e021796f0969cdfa9b48f859c263.jpg
Kebakaran lahan yang terjadi malam hari di Jalan Lingkar Kota Utara Sampit, belum lama ini.

KLIK.SAMPIT - Kebakaran lahan masih memganyui Kabupaten Kotawaringin Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Sampit menyatakan bahwa senagian daratan berstatus sanhat mudah terbakar. Khususnya di wilayah Selatan seperti Kecamatan Teluk Sampit, Kecamata Mentaya Hilir, dan sebagian wilayah perkotaan.  

"Dari hasil prakiraan, terdapat potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Timur, hampir di seluruh wilayah," ucap Pkirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Alfa Centauri, saat dikonfirmasi, Senin (19/8).

Ia mengungkapkan bahwa wilayah-wilayah di Kotim yang harus diwaspadai kebakaran lahan antara lain Kecamatan Mentaya Hulu, Kecamatan Telawang, Kecamatan Kota Besi, Kecamatan Baamang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kecamatan Seranau, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kecamatan Pulau Hanaut, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, dan Kecamatan Teluk Sampit.

"Berdasarkan prakiraan kami, hari ini Senin (19/8) hingga esok hari Selasa (20/8) masih berpotensi sangat mudah terbakar," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa potensi kebakaran ini disebabkan oleh faktor cuaca di sebagian wilayah Kotim, terutama di bagian selatan, di mana kondisi tanah dan cuacanya masuk kategori sangat mudah terbakar. Hal ini dikarenakan pada hari ini dan esok diprakirakan cuaca cerah hingga berawan, sehingga kondisi tanah kering yang dapat mengakibatkan kebakaran.

Selain itu, berdasarkan pengamatan, untuk wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), pada hari ini dan esok hari, bagian selatan Kalteng seluruh wilayahnya masuk dalam kategori sangat mudah terbakar, termasuk Kotim.

"Karena pada bulan Agustus, wilayah Kotim memasuki musim kemarau, sehingga potensi kebakaran memang meningkat dan harus cukup diwaspadai," imbuhnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman karhutla ini dengan tidak membakar sampah atau lahan sembarangan. Serta, tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu terjadinya karhutla. (KLIK-RED)

Baca Juga

Ikuti Kami