KLIK.SAMPIT – Keberadaan buaya muara di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya menghuni sungai besar seperti Sungai Mentaya, kini buaya-buaya tersebut dilaporkan masuk ke aliran-aliran sungai kecil, kanal, dan pengaringan yang berdekatan dengan permukiman warga.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, menyebutkan bahwa laporan terbaru menunjukkan buaya mulai muncul di beberapa titik aliran kecil seperti Sungai Handil Sohor, Sapihan, Parebok, Kuin, dan Sungai Sampit. Hal ini membuat aktivitas warga di sekitar lokasi menjadi lebih berisiko.
"Buaya mulai memasuki sungai-sungai kecil dan kanal untuk mencari makan. Ini menjadi perhatian serius karena kawasan tersebut dekat dengan permukiman dan sering digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari," ujar Muriansyah, Selasa (26/11).
Menurut Muriansyah, salah satu penyebab buaya merambah ke aliran kecil adalah berkurangnya sumber makanan di habitat aslinya. Selain itu, kebiasaan warga seperti membuang bangkai binatang dan sampah rumah tangga ke sungai juga memicu kehadiran buaya di area tersebut.
"Buaya datang ke tempat-tempat ini karena tertarik pada sumber makanan. Kita harus mengubah kebiasaan ini untuk mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar," jelasnya.
BKSDA terus memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pemasangan spanduk peringatan dan sosialisasi langsung di lokasi-lokasi rawan. Warga diminta untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai kecil dan kanal, terutama di tempat-tempat yang dilaporkan sering muncul buaya.
"Kami mengimbau warga agar tidak memelihara ternak di sekitar sungai, karena itu juga bisa memancing buaya untuk mendekat," tambahnya.
Muriansyah juga meminta agar masyarakat segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan keberadaan buaya di lokasi yang berpotensi membahayakan. "Kami akan menangani laporan tersebut dengan cara yang tidak membahayakan warga maupun buaya," katanya.
Dengan semakin seringnya penampakan buaya di sungai-sungai kecil, kewaspadaan dan kerja sama masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah konflik dan menjaga keselamatan bersama. (KLIK-RED)