KLIK.SAMPIT – Sebanyak 74 ekor satwa liar berhasil diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit sepanjang tahun 2024.
“Satwa liar ini terdiri dari yang diserahkan oleh warga dan yang diamankan dari warga. Total ada 74 ekor,” kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Senin (30/12).
Dari total tersebut, tercatat 23 ekor merupakan satwa liar yang dilindungi Undang-Undang (UU), sedangkan 51 ekor lainnya adalah jenis burung yang tidak dilindungi UU.
“Jenis satwa yang diamankan antara lain Kukang, Kelasi, Hirangan, Trenggiling, Bekantan, Owa-owa, Buaya, Cucak Hijau, Orangutan, dan Biuku,” ujarnya.
Muriansyah menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut membantu evakuasi satwa liar, seperti Komunitas Reptil Sampit, staf PT RMU, Disdamkarmat, Balai Karantina, Polair Polda Kalteng, serta aparat pemerintah desa.
“Saya sangat mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Dukungan mereka membuat evakuasi berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Muriansyah adalah upaya penyelamatan Orangutan tahun ini. Sebanyak enam individu Orangutan berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke tempat yang lebih baik.
“Evakuasi ini dilakukan di berbagai lokasi, tidak hanya di Kabupaten Kotawaringin Timur, tetapi juga hingga Kabupaten Seruyan,” tuturnya.
Dia menambahkan bahwa salah satu evakuasi yang cukup menantang terjadi di sekitar Bandara H. Asan, Sampit. Proses ini memakan waktu sekitar dua pekan untuk memantau pergerakan Orangutan.
“Hampir saja penerbangan di bandara tersebut dihentikan. Saat evakuasi dilakukan pada malam hari di tengah hujan, Orangutan akhirnya berhasil ditembak dengan obat bius. Namun, ia tertidur dan tersangkut di dahan pohon yang besar dan tinggi,” jelasnya.
Berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan Orangutan tersebut, termasuk menggunakan tangga lipat, bilah kayu panjang, dan susunan pipa air. Akhirnya, Orangutan jatuh dengan sendirinya karena dahan pohon tidak mampu menahan beratnya yang mencapai 82 kg. Ia jatuh tepat di jaring yang telah dipasang, hampir mengenai petugas di bawahnya.
“Terima kasih kepada semua pihak, termasuk tim Orangutan Foundation International, kawan-kawan Manggala Agni Sampit, dan staf PT Rimba Makmur Utama, yang telah membantu kami,” tandas Muriansyah. (KLIK-RED)